AS Dikabarkan Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran di Tengah Negosiasi dengan Mediasi Pakistan

- Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:55 WIB
AS Dikabarkan Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran di Tengah Negosiasi dengan Mediasi Pakistan

Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan tengah mempertimbangkan opsi serangan militer baru terhadap Iran. Informasi ini mencuat di tengah proses negosiasi tidak langsung yang masih berlangsung dengan mediasi Pakistan.

Kabar tersebut, sebagaimana dilaporkan oleh media-media terkemuka AS seperti CBS dan Axios pada Sabtu (23/5/2026), muncul hanya beberapa jam setelah Presiden Donald Trump mengumumkan bahwa dirinya tidak akan menghadiri pernikahan putra sulungnya, Donald Trump Jr., pada akhir pekan ini. Keputusan mendadak itu memicu spekulasi mengenai kemungkinan adanya perkembangan signifikan dalam kebijakan luar negeri AS.

Dalam pernyataannya melalui platform Truth Social pada Jumat (22/5), Trump menyebut “keadaan yang berkaitan dengan pemerintahan” dan “kecintaannya pada Amerika Serikat” sebagai alasan di balik keputusannya. Ia menegaskan bahwa “penting bagi saya untuk tetap berada di Washington DC, di Gedung Putih, selama periode penting ini.”

Sementara itu, baik laporan CBS maupun Axios menekankan bahwa keputusan akhir mengenai serangan terhadap Iran belum diambil. Proses negosiasi masih terus berjalan. Pakistan, yang berperan sebagai mediator antara kedua negara, telah mengirimkan panglima militernya ke Teheran dalam upaya meraih kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Gedung Putih belum memberikan tanggapan resmi terhadap laporan media tersebut. Namun, Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyampaikan kepada CBS bahwa “Presiden telah menjelaskan konsekuensi jika Iran gagal mencapai kesepakatan.”

Sebelumnya, pada hari Jumat, Gedung Putih telah mengumumkan perubahan rencana akhir pekan Trump. Alih-alih menuju resor golfnya di New Jersey seperti yang dijadwalkan, Trump memutuskan untuk tetap berada di Washington DC.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar