Embarkasi Surabaya Tuntaskan Pemberangkatan 43.998 Jemaah Haji 2026

- Jumat, 22 Mei 2026 | 10:15 WIB
Embarkasi Surabaya Tuntaskan Pemberangkatan 43.998 Jemaah Haji 2026

Seluruh rangkaian pemberangkatan jemaah calon haji Embarkasi Surabaya untuk musim haji 1447 Hijriah atau 2026 Masehi resmi tuntas. Kepastian itu ditandai dengan diterbangkannya Kelompok Terbang (Kloter) 116 sebagai kloter pamungkas dari Bandara Internasional Juanda pada Kamis, 21 Mei 2026.

Berdasarkan data operasional Embarkasi Surabaya, total jemaah dan petugas yang telah diberangkatkan sejak 22 April hingga 21 Mei 2026 mencapai 43.998 orang. Rinciannya, sebanyak 43.535 orang merupakan jemaah calon haji, sementara 463 orang lainnya adalah petugas haji. Seluruh peserta tersebut terbagi dalam 116 kloter yang diterbangkan secara bertahap.

Keberangkatan kloter terakhir ini dilepas langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, di Asrama Haji Sukolilo Surabaya. Kehadiran orang nomor satu di Jawa Timur itu sekaligus menjadi penanda berakhirnya masa operasional pemberangkatan Embarkasi Surabaya, yang dikenal sebagai salah satu embarkasi terbesar di Indonesia.

Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Surabaya, Agus Winarto, menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari koordinasi yang intensif dengan berbagai pihak. Sinergi itu dijalin bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), Kementerian Agama, operator bandara, hingga maskapai penerbangan.

"Imigrasi Surabaya berkomitmen memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan profesional. Pelaksanaan Program Makkah Route tahun ini menjadi bagian penting dalam memberikan kemudahan dan percepatan layanan. Kami bersyukur seluruh tahapan berjalan tertib," ujar Agus, Kamis, 21 Mei 2026.

Meskipun mengedepankan kecepatan layanan, aspek keamanan dan pengawasan dokumen perjalanan tetap menjadi prioritas utama. Layanan Makkah Route yang diterapkan di Bandara Internasional Juanda memungkinkan jemaah menyelesaikan seluruh proses pemeriksaan keimigrasian Arab Saudi sebelum lepas landas dari Indonesia. Dengan demikian, setibanya di Arab Saudi, jemaah tidak perlu lagi mengantre di loket imigrasi setempat dan dapat langsung menuju bus atau akomodasi yang telah disediakan.

Sementara itu, Kepala Bidang Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Surabaya, Kholilur Rohman, menjelaskan bahwa personel di lapangan telah disiagakan secara penuh. Langkah ini diambil untuk memastikan validitas dokumen seluruh jemaah tetap terjamin.

"Melalui koordinasi intensif dan kesiapan personel, pelayanan keimigrasian dapat dilaksanakan secara efektif tanpa mengurangi aspek pengawasan dan keamanan," kata Kholilur.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar