Polresta Serang Kota berhasil mengungkap kasus penemuan seorang wanita yang tewas tergantung di sebuah kebun milik warga di kawasan Cipocok Jaya, Kota Serang. Seorang pria berinisial S kini telah diamankan aparat sebagai terduga pelaku pembunuhan.
“Alhamdulillah, semalam sudah ditangkap terduga pelaku pembunuhan wanita tergantung,” ujar Kasat Reskrim Polresta Serang Kota, Kompol Alfano Ramadhan, di Serang, Jumat (22/5/2026).
Hingga saat ini, Alfano belum merinci motif di balik peristiwa tersebut, termasuk keterkaitan hubungan antara pelaku dan korban.
Sebelumnya, warga digemparkan oleh penemuan mayat seorang perempuan yang tergantung di pohon di wilayah Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya. Kapolsek Cipocok Jaya, AKP Juwandi, mengungkapkan bahwa laporan pertama kali diterima dari masyarakat sekitar pada Senin (18/5), sekitar pukul 17.00 WIB.
“Pada hari Senin sekira pukul 17.00 WIB, di kebun rambutan milik almarhum SN yang berada di Lingkungan Pakel Pudak, Kelurahan Gelam, Kecamatan Cipocok Jaya, telah ditemukan diduga mayat perempuan yang belum diketahui identitasnya,” jelas Juwandi.
Kondisi jasad saat ditemukan sudah membusuk dan menghitam, meskipun korban masih dalam keadaan berpakaian lengkap. Diduga, tubuh tersebut telah tergantung di lokasi selama beberapa hari sebelum akhirnya diketahui warga.
Sementara itu, hasil autopsi dari dokter forensik RS Bhayangkara, Donald Rinaldi, memberikan petunjuk baru yang mengubah arah penyelidikan. Menurutnya, kematian korban tidak disebabkan oleh bunuh diri, melainkan mengarah pada tindak kekerasan.
“Jadi pada saat digantung itu dia masih hidup, kemarin penyidik juga menanyakan apakah ini mengarah ke pembunuhan. Kalau pembunuhan tidak, tapi kalau gantung diri atau bunuh diri juga tidak, karena di tubuhnya banyak luka-luka, di lengan kanan itu banyak memar,” kata Donald, Rabu (20/5).
Donald menegaskan bahwa temuan memar di tubuh korban menjadi indikasi kuat adanya penganiayaan sebelum kematian. “Kalau bunuh diri apa bukan, saya bilang bukan bunuh diri. Kalau kemarin penyidik menanyakan apakah bisa dia mati karena dianiaya, saya bilang bisa. Tapi kalau saya lihat karena jeratan itu di leher sih,” ucapnya.
Dengan adanya penangkapan terduga pelaku berinisial S, polisi kini terus mendalami rangkaian peristiwa yang berujung pada tewasnya korban di kebun tersebut.
Artikel Terkait
IRGC Kawal 31 Kapal Komersial Melintas Aman di Selat Hormuz di Tengah Ketegangan dengan AS
Menteri Agama Resmikan MAN Insan Cendekia Serpong sebagai Madrasah Pertama Berkurikulum Internasional IB
13 Juru Parkir Liar di Blok M Terjaring Operasi Penertiban Pemprov DKI
Sule Bantah Tuduhan Lempar Naskah ke Kru Acara TV, Ungkap Fakta Tahun Bergabung