Pengakuan mengejutkan justru keluar dari mulut seorang muse model berinisial AJDV alias AWS setelah ia sebelumnya ramai dikabarkan menjadi korban begal di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Kepada penyidik, perempuan itu mengaku bahwa seluruh cerita mengenai dirinya yang dibegal merupakan informasi palsu atau hoaks yang sengaja ia sebarkan. Alasan di balik perbuatannya itu terbilang sederhana: iseng.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa motif utama pelaku adalah rasa iseng dan keinginan untuk mengglorifikasi atau membesar-besarkan peristiwa begal yang tengah viral di masyarakat. “Apa motifnya? Yang pertama karena iseng, yang kedua ingin mengglorifikasikan bahwa beberapa kejadian viral tentang begal,” ujar Budi dalam keterangannya, Kamis (21/5/2026). Ia menegaskan bahwa setelah dilakukan pendalaman, polisi memastikan AJDV bukanlah korban dari suatu peristiwa pidana.
Kepolisian mulai menyelidiki kasus ini setelah kabar tentang pembegalan yang menimpa AJDV menyebar luas di media sosial. Tim gabungan dari Direktorat PPA dan PPO bersama Satres PPA PPO Jakarta Barat dan Polsek Kebon Jeruk, yang didampingi oleh UPT P3A, psikolog, dan Dokkes Polda Metro Jaya, secara proaktif mendatangi AJDV pada Rabu (20/5). Hasil interogasi di tempat memastikan bahwa seluruh narasi yang beredar tidak memiliki dasar kebenaran.
“Kami tegaskan bahwa yang bersangkutan bukanlah menjadi korban begal ataupun tindakan kriminal lainnya,” tambah Budi Hermanto. Meski demikian, polisi tidak hanya berhenti pada proses klarifikasi. Polda Metro Jaya juga telah memberikan pendampingan psikologis kepada AJDV. “Kami putuskan, simpulkan dari hasil pendalaman bahwa yang bersangkutan bukan merupakan korban dari suatu peristiwa pidana,” sebutnya.
Di sisi lain, kebenaran kabar hoaks ini juga diperkuat oleh keterangan dari pihak rumah sakit. Sebelumnya, dalam unggahan yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa AJDV tengah menjalani perawatan di RS Sumber Waras, Jakarta Barat. Namun, setelah dilakukan pengecekan langsung oleh kepolisian, manajemen rumah sakit membantah keras informasi tersebut.
Perwakilan manajemen RS Sumber Waras, Tri Nurmansyah, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penelusuran data pasien, tidak ditemukan nama yang sesuai dengan inisial yang disebutkan dalam pemberitaan. “Berdasarkan penelusuran kami sampai saat ini, pasien yang disebutkan dalam pemberitaan tersebut tidak ada dalam data pasien yang sedang berobat ataupun yang telah berobat di Rumah Sakit Sumber Waras,” ujar Tri.
Menutup keterangannya, Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam bermedia sosial. Ia meminta warga tidak menyebarkan berita yang menyesatkan karena dapat menimbulkan kegaduhan di tengah publik. “Polda Metro Jaya sudah hadir untuk melakukan pendampingan psikologis kepada yang bersangkutan,” pungkasnya.
Artikel Terkait
Komisi V DPR Soroti Tragedi Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Bekasi, Desak Evaluasi Sistem Keselamatan
Polisi Tetapkan Sopir Taksi Green SM Tersangka Kecelakaan dengan KRL di Bekasi Timur
Polri dan Bea Cukai Amankan Tersangka Dugaan Tindak Pidana Cukai, Negara Diselamatkan Rp570 Miliar
Tas Mewah Sandra Dewi Ludes Terjual di Lelang BPA Fair 2026