Polisi dan Warga Cipondoh Pastikan Kabar Penampakan Pocong adalah Hoaks

- Kamis, 21 Mei 2026 | 12:45 WIB
Polisi dan Warga Cipondoh Pastikan Kabar Penampakan Pocong adalah Hoaks

Kepolisian bersama warga memastikan bahwa kabar mengenai kemunculan sosok pocong di kawasan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, adalah tidak benar atau hoaks. Informasi yang sempat viral di media sosial itu telah diklarifikasi langsung oleh aparat kepolisian dan pengurus wilayah setempat untuk meredakan keresahan yang berkembang di tengah masyarakat.

Anggota Polsek Cipondoh mendatangi Jalan Alfurqon, Kelurahan Poris Plawad Utara, Kecamatan Cipondoh, setelah beredar kabar adanya penampakan pocong di lokasi tersebut. Dugaan awal menyebutkan bahwa sosok pocong itu merupakan modus kejahatan pada malam hari, di mana pelaku menggunakan kostum pocong untuk menakuti korban sebelum merampas barang berharga. Informasi lain menyebutkan bahwa kelompok tersebut diduga bergerak secara berkelompok dan membawa senjata tajam.

Dalam proses klarifikasi, polisi menemui pengurus RT dan RW setempat untuk meminta keterangan. Aiptu Ahmad Nurdin, anggota Polsek Cipondoh, menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk menindaklanjuti informasi yang meresahkan masyarakat.

“Kehadiran kami di sini adalah untuk klarifikasi informasi yang meresahkan masyarakat yang sudah viral. Kemudian saya minta penjelasan dari kepala lingkungan untuk memberi penjelasan,” ujar Aiptu Ahmad Nurdin dalam video yang diunggah di akun Instagram Polsek Cipondoh, Kamis (21/5/2026).

Pihak pengurus wilayah dengan tegas membantah kebenaran kabar tersebut. Ketua RT setempat menyatakan bahwa tidak ada peristiwa seperti yang beredar di wilayahnya.

“Kami nyatakan bahwa kami RT setempat dan RW setempat meyakinkan kepada warga masyarakat sekitar baik itu Alfurqon dan sekitarnya di Kecamatan Cipondoh, bahwa berita ini adalah hoaks, tidak benar,” katanya dalam video yang sama.

Sebagai langkah antisipasi, pengurus wilayah telah menggelar ronda malam secara rutin dari pukul 23.00 hingga 03.00 WIB. Masyarakat umum diminta untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi kebenarannya.

“Bahwasanya berita ini tidak terjadi sesuai dengan apa yang beredar. Sekali lagi, kami ingin menyatakan kabar pocong ini tidak benar atau hoaks,” tegasnya.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar