Kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas Tol Jombang-Mojokerto pada Kamis pagi, 21 Mei 2026, yang mengakibatkan sebuah bus antar kota terbalik dan menimbulkan belasan korban luka-luka. Bus PO Sudiro Tungga Jaya (STJ) dengan nomor lambung rute Jakarta-Surabaya itu mengalami insiden nahas setelah menabrak beton pembatas jalan di kilometer 686 700, tepatnya di wilayah Desa Tampingmojo, Kecamatan Tembelang, Kabupaten Jombang. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak sepuluh orang yang terdiri dari penumpang, kondektur, dan sopir bus menderita luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Jombang, Ipda Siswanto, mengungkapkan bahwa kecelakaan bermula ketika bus yang membawa belasan penumpang itu melaju dengan kecepatan tinggi dari arah barat menuju timur. Setibanya di lokasi kejadian, kendaraan tiba-tiba kehilangan kendali dan oleng ke kanan.
"Bus melompati median jalan dan menghantam keras pagar pembatas. Posisi akhir bus terguling miring dan terkapar menutup lajur berlawanan, yaitu arah Surabaya menuju Jakarta," jelasnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal di lapangan, petaka ini dipicu oleh kondisi pengemudi yang mengantuk berat. Sopir bus bernama Andre, warga asal Yogyakarta, diketahui mengemudikan kendaraan dalam keadaan tidak fit sehingga gagal mengendalikan laju bus. Benturan yang sangat keras membuat bagian depan dan atap bus ringsek parah, dan beberapa penumpang sempat dilaporkan terjepit di antara sisa-sisa kursi bodi bus yang terbalik.
Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Tol bersama Satlantas Polres Jombang yang tiba di lokasi segera melakukan evakuasi darurat secara sigap. Seluruh penumpang berhasil dikeluarkan hidup-hidup dari reruntuhan bus dan langsung dilarikan menggunakan ambulans ke instalasi gawat darurat. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan ini. Seluruh korban luka yang berjumlah sepuluh orang saat ini sudah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis intensif di UGD RSUD Jombang," kata Ipda Siswanto.
Direktur RSUD Jombang, dr. Puji Umbaran, memaparkan bahwa seluruh korban yang masuk ke ruang UGD mengalami luka dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Mayoritas pasien menderita luka lecet dan memar akibat benturan, namun dua orang di antaranya dalam kondisi cukup parah karena mengalami patah tulang kaki.
"Total ada sepuluh korban luka yang kami rawat. Mayoritas mengalami luka lecet dan memar akibat benturan, namun ada dua orang pasien yang kondisinya cukup parah karena mengalami patah tulang kaki. Saat ini semuanya sedang diobservasi ketat," ujar dr. Puji Umbaran.
Sementara itu, hingga Kamis siang, bangkai bus Sudiro Tungga Jaya yang melintang di lajur tol berhasil dievakuasi menggunakan kendaraan derek besar milik pengelola tol. Proses evakuasi dilakukan untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas yang sempat tersendat. Kasus kecelakaan ini kini ditangani sepenuhnya oleh Satlantas Polres Jombang untuk pendalaman lebih lanjut.
Artikel Terkait
Pengemudi di Bogor Aniaya dan Ancam Pengendara Lain dengan Senjata Api gegara Diklakson
Wamenhaj Turun Langsung Tinjau Hotel Jemaah di Makkah, Pastikan Keluhan Fasilitas Tertangani Cepat
Pemukul Pengemudi di Cibubur-Cileungsi Jadi Tersangka, Terancam 2,5 Tahun Penjara
Pertamina Optimalkan Sumber Daya Domestik dan Tekan Impor Energi demi Ketahanan Nasional