Trump dan Xi Sepakat Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka demi Arus Energi Global

- Kamis, 14 Mei 2026 | 17:50 WIB
Trump dan Xi Sepakat Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka demi Arus Energi Global

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden China, Xi Jinping, mencapai kesepakatan penting dalam pertemuan bilateral di Beijing, yakni menjaga Selat Hormuz tetap terbuka. Gedung Putih menyebut pembicaraan antara kedua pemimpin dunia itu berlangsung dalam suasana yang “baik”.

“Kedua pihak sepakat bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka untuk mendukung arus energi yang bebas,” demikian pernyataan resmi yang dikeluarkan Gedung Putih, Kamis (14/5/2026). Kesepakatan ini muncul di tengah ketegangan geopolitik yang melanda kawasan perairan strategis tersebut.

Situasi di Selat Hormuz dan sekitarnya memanas sejak pecahnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran pada akhir Februari lalu. Konflik tersebut memicu Teheran untuk memblokir aktivitas pelayaran di selat yang menjadi jalur vital bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia. Sebagai respons, Amerika Serikat memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran, meskipun gencatan senjata yang rapuh telah berlaku sejak 8 April.

Dampak dari ketidakstabilan ini langsung terasa di China. Menurut perusahaan analis maritim Kpler, lebih dari separuh impor minyak mentah China yang dikirim melalui jalur laut berasal dari Timur Tengah, dan sebagian besar melintasi Selat Hormuz. Gangguan pasokan akibat konflik tersebut menjadi tekanan serius bagi Beijing.

Dalam pernyataannya, Gedung Putih juga mengklaim bahwa Presiden Xi menyatakan minat untuk membeli lebih banyak minyak dari Amerika Serikat. Langkah ini dinilai sebagai upaya mengurangi ketergantungan China terhadap Selat Hormuz di masa mendatang. Namun, klaim tersebut tidak disebutkan dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh pihak Beijing seusai pertemuan kedua pemimpin.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar