MPR Evaluasi Penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Usai Kontroversi Juri dan Gangguan Teknis

- Kamis, 14 Mei 2026 | 11:15 WIB
MPR Evaluasi Penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Usai Kontroversi Juri dan Gangguan Teknis

Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) memutuskan untuk mengevaluasi seluruh aspek penyelenggaraan Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar menyusul kontroversi yang dipicu oleh keputusan dewan juri. Tidak hanya aspek penjurian, evaluasi juga menyasar kendala teknis, termasuk pengeras suara yang sempat menjadi sorotan.

Sekretaris Jenderal MPR, Siti Fauziah, mengakui bahwa terdapat sejumlah kendala teknis yang memengaruhi jalannya kompetisi. Ia enggan merinci lebih jauh karena berkaitan dengan aturan yang berlaku, namun memastikan bahwa masalah seperti gangguan pada sistem suara akan menjadi bahan perbaikan ke depan.

“Itu adalah kendala teknis. Jadinya memang ada beberapa hal yang mungkin saya tidak mengungkapkan lebih jauhnya karena ada beberapa aturan-aturan gitu kan, yang akhirnya mungkin kendala teknis sound dan lain-lainnya itu yang kita akan juga evaluasi,” ujar Siti dalam pernyataannya, Kamis (14/5/2026).

Evaluasi menyeluruh ini dilakukan agar polemik serupa tidak kembali terulang di masa mendatang. Langkah ini dinilai mendesak, terlebih setelah pimpinan MPR mengambil keputusan untuk mengulang seluruh rangkaian Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat.

Menanggapi tuduhan keberpihakan juri yang ramai diperbincangkan publik, Siti dengan tegas membantahnya. Menurut dia, tidak ada satu pun juri yang menunjukkan sikap tidak netral selama perlombaan berlangsung.

“Tidak. Itu tidak ada. Kita selalu mencoba juri itu semuanya tidak ada keterpihakan, tidak ada. Jadi yang disampaikan itu, clear tidak ada,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait permintaan maaf yang sebelumnya telah disampaikan oleh pihak penyelenggara, Siti menjelaskan bahwa pernyataan resmi dari kesekretariatan MPR sudah mewakili seluruh unsur pelaksana kegiatan. Permohonan maaf tersebut, lanjutnya, tidak lagi bersifat personal, melainkan telah menjadi pernyataan kelembagaan.

“Jadi seperti rilis mungkin yang sudah disampaikan beberapa hari yang lalu, itu permohonan maaf dari kesekretariatan yang saya menyampaikan permohonan maaf untuk kegiatan tersebut,” kata Siti. “Artinya bukan personal lagi, tapi itu adalah kelembagaan kesekretariatan yang langsung meminta maaf.”

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar