Trump Tolak Respons Iran atas Proposal Damai AS, Tegaskan Isi Tanggapan Tak Dapat Diterima

- Senin, 11 Mei 2026 | 09:05 WIB
Trump Tolak Respons Iran atas Proposal Damai AS, Tegaskan Isi Tanggapan Tak Dapat Diterima

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka menolak tanggapan Iran terhadap proposal perdamaian terbaru yang diajukan Washington untuk mengakhiri konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Dalam pernyataan yang diunggah melalui platform Truth Social pada Senin (11/5/2026), Trump menyebut isi tanggapan dari Teheran sama sekali tidak dapat diterima. Ia tidak merinci elemen-elemen spesifik dari jawaban yang disebutnya sebagai usulan dari “perwakilan” Iran tersebut.

Sebelum pernyataan Trump itu, Iran telah menyampaikan respons resmi atas proposal gencatan senjata yang diajukan AS. Dalam tanggapannya, Teheran menegaskan bahwa mereka tidak akan ragu untuk membalas setiap serangan baru dari Amerika Serikat. Selain itu, Iran juga memperingatkan bahwa mereka tidak akan mengizinkan lebih banyak kapal perang asing melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi titik rawan konflik.

Perdebatan diplomatik ini terjadi di tengah ketegangan yang masih membara sejak pecahnya perang pada 28 Februari lalu. Saat itu, militer AS bersama pasukan Israel melancarkan operasi militer terhadap Iran. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bersikeras bahwa konflik belum dapat diakhiri sebelum seluruh uranium yang diperkaya Iran disingkirkan dan fasilitas nuklirnya dibongkar total. Sikap keras ini menunjukkan bahwa tekanan terhadap program nuklir Iran masih menjadi prioritas utama bagi Tel Aviv.

Di sisi lain, Teheran tetap menunjukkan sikap menantang di hadapan publik, meskipun terdapat upaya diplomasi di balik layar. Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam pernyataannya di platform X pada hari Minggu, menegaskan bahwa negaranya tidak akan pernah tunduk kepada musuh. “Jika ada pembicaraan tentang dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur,” ujarnya, menekankan bahwa diplomasi bukanlah bentuk kelemahan.

Menurut laporan dari penyiar negara Iran, IRIB, tanggapan Teheran terhadap proposal AS telah diteruskan melalui mediator Pakistan. Isi tanggapan tersebut berfokus pada dua tuntutan utama: mengakhiri perang di semua lini, terutama di Lebanon, serta memastikan keamanan pelayaran di kawasan. Di Lebanon, Israel masih melanjutkan pertempuran dengan kelompok Hizbullah yang didukung Iran, sehingga permintaan gencatan senjata di front tersebut menjadi salah satu poin krusial bagi Teheran.

Proposal yang diajukan Washington sendiri tidak memberikan banyak rincian. Namun, sejumlah laporan menyebutkan bahwa proposal tersebut lebih menekankan pada perpanjangan gencatan senjata di kawasan Teluk. Langkah itu dinilai sebagai upaya untuk membuka ruang bagi perundingan lebih lanjut mengenai penyelesaian akhir konflik serta program nuklir Iran yang selama ini menjadi sumber sengketa internasional.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar