Tersangka Pemerkosa Puluhan Santriwati di Pati Bersembunyi di Rumah Dekat Makam Keramat Wonogiri, Mengaku Ritual

- Kamis, 07 Mei 2026 | 18:20 WIB
Tersangka Pemerkosa Puluhan Santriwati di Pati Bersembunyi di Rumah Dekat Makam Keramat Wonogiri, Mengaku Ritual

Seorang tersangka kasus dugaan pemerkosaan terhadap puluhan santriwati di Pati, berinisial AS (51), diketahui bersembunyi di sebuah rumah warga yang terletak di dekat kompleks makam Raden Gunungsari, Desa Bakalan, Kecamatan Purwantoro, Kabupaten Wonogiri, saat dalam pengejaran polisi. Kepada warga setempat, ia mengaku sedang menjalani ritual spiritual.

Kepala Desa Bakalan, Sutanto, mengungkapkan bahwa AS tiba di wilayahnya pada Rabu (6/5) pagi. Ia datang dengan menggunakan ojek dari Kecamatan Purwantoro sekitar pukul 07.00 WIB, kemudian berganti kendaraan ojek lain untuk menuju ke lokasi yang berjarak sekitar satu kilometer dari permukiman padat penduduk. “(AS) menuju ke salah satu rumah warga, menginap di sana,” ujar Sutanto.

Menurut Sutanto, warga yang menerima AS sama sekali tidak mengetahui bahwa pria tersebut merupakan buronan polisi. Tidak ada yang mengenali identitas AS. Ia hanya menumpang beristirahat di rumah yang lokasinya berdekatan dengan Gedong Giong, area kompleks makam Raden Gunungsari. Pemilik rumah pun menerima AS tanpa rasa curiga, mengingat tempat tersebut kerap disinggahi para peziarah.

“Warga tidak kenal, cuma numpang karena lokasi rumah berdekatan dengan makam. Rumahnya warga ini sering digunakan mampir peziarah, bukan juru kunci juga, rumahnya cuma dekat saja, jadi digunakan untuk mampir,” jelas Sutanto.

Kepada warga, AS mengaku bahwa dirinya tengah melakukan ritual. Ia bercerita telah diperintahkan oleh gurunya untuk berpuasa selama tiga tahun, dan saat ini baru menjalani tiga bulan. “Ceritanya yang bersangkutan mengaku disuruh gurunya berpuasa tiga tahun. Saat ini baru dapat tiga bulan, terus disuruh ke sini. Warga tidak curiga, tidak ada yang tahu. Tempatnya itu juga jauh dari permukiman. Memang biasa datang orang luar kota yang berziarah, jadi tidak ada yang curiga,” pungkas Sutanto.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar