Proses identifikasi terhadap korban kecelakaan maut yang melibatkan Bus ALS dan truk tangki bahan bakar minyak di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatra Selatan, masih terus berlangsung hingga Kamis. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri telah berhasil mengidentifikasi sepuluh dari enam belas jenazah yang dievakuasi dari lokasi kejadian, menyisakan enam korban lainnya yang masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Kepala Bidang Humas Polda Sumatra Selatan, Kombes Nandang Mu’min Wijaya, memastikan bahwa seluruh tahapan identifikasi dilakukan secara profesional dan transparan. Seluruh jenazah saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang untuk menjalani proses forensik. Menurutnya, sebagian besar korban mengalami luka bakar yang sangat serius akibat kebakaran hebat pasca tabrakan frontal antara kedua kendaraan.
“Kami memastikan proses penegakan hukum dan identifikasi korban dilakukan secara profesional serta transparan,” ujar Kombes Nandang dalam keterangannya pada Kamis.
Untuk memudahkan akses informasi bagi keluarga korban, Polda Sumatra Selatan membuka layanan posko DVI melalui call center di nomor 62 821-7803-8910. Layanan ini diharapkan dapat membantu keluarga yang masih menanti kepastian identitas anggota keluarganya.
Peristiwa tragis itu terjadi pada Rabu, 6 Mei 2026, sekitar pukul 12.00 WIB di Jalan Lintas Sumatera, Kelurahan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. Kecelakaan melibatkan Bus ALS dengan nomor polisi BK 7778 DL dan mobil tangki bernomor polisi BG 8196 QB.
Berdasarkan penyelidikan awal, bus yang melaju dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi diduga berusaha menghindari lubang di jalan. Manuver mendadak itu menyebabkan bus kehilangan kendali dan masuk ke jalur kanan. Pada saat bersamaan, truk tangki yang datang dari arah berlawanan tidak sempat menghindar sehingga tabrakan frontal pun tidak terelakkan.
Benturan keras tersebut langsung memicu ledakan dan kebakaran besar. Api dengan cepat melahap kedua kendaraan, membuat sejumlah korban terjebak di dalamnya. Data sementara mencatat total dua puluh korban dalam kecelakaan ini, terdiri dari enam belas orang meninggal dunia, tiga orang luka berat, dan satu orang luka ringan.
Adapun korban selamat yang berhasil dievakuasi adalah Jumiatun (35) dan Ngadiono (44), keduanya warga Pati, Jawa Tengah, serta Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal. Mereka mengalami luka bakar dan saat ini dirawat di RSUD Rupit. Sementara itu, M Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau, selamat dengan luka ringan dan masih menjalani pemeriksaan oleh Satlantas Polres Muratara.
Editor: Raditya Aulia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Artikel Terkait
Korea Utara Tegaskan Tak Akan Pernah Terikat Perjanjian Pelucutan Senjata Nuklir
Presiden Prabowo Disambut Maung MV3 Buatan Pindad di KTT ASEAN Filipina
Hakim Perintahkan Anak Terdakwa Korupsi Noel Keluar Sidang Demi Jaga Psikologis
Mantan Kasat Narkoba Polres Bima Diperiksa Bareskrim Terkait Dugaan Pencucian Uang Jaringan Bandar Koh Erwin