UEA dan Bahrain Kecam Serangan Rudal Iran, Desak Dewan Keamanan PBB Ambil Tindakan Tegas

- Kamis, 07 Mei 2026 | 09:50 WIB
UEA dan Bahrain Kecam Serangan Rudal Iran, Desak Dewan Keamanan PBB Ambil Tindakan Tegas

Uni Emirat Arab (UEA) dan Bahrain melontarkan kecaman keras terhadap serangan Iran yang menargetkan wilayah UEA, seraya mendesak komunitas internasional, khususnya Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), untuk mengambil “respons yang kredibel, bersatu, dan tegas.” Desakan ini disampaikan di hadapan para wartawan menjelang sidang tertutup Dewan Keamanan PBB yang digelar atas permintaan Bahrain.

Duta Besar Bahrain untuk PBB, Jamal Fares Alrowaiei, menegaskan “solidaritas penuh” negaranya dengan UEA. Ia secara spesifik mengutuk “serangan Iran terhadap UEA pada 4 Mei.” Menurut Alrowaiei, keamanan di kawasan tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, sehingga serangan semacam itu harus segera dihentikan. Ia menekankan perlunya respons global yang tegas, terutama dari Dewan Keamanan.

Sementara itu, Duta Besar UEA untuk PBB, Mohamed Abushahab, memberikan rincian teknis mengenai agresi tersebut. Ia mengungkapkan bahwa pada 4 Mei, Iran meluncurkan 12 rudal balistik, tiga rudal jelajah, dan empat kendaraan udara tak berawak (drone) yang diarahkan langsung ke wilayah UEA. “Serangan-serangan ini termasuk serangan drone, yang mengakibatkan kebakaran di Zona Industri Minyak Fujairah, infrastruktur energi sipil yang sangat penting,” ujar Abushahab.

Meskipun pertahanan udara UEA berhasil mencegat sebagian besar ancaman tersebut dan membatasi kerusakan, Abushahab mengonfirmasi bahwa tiga warga sipil mengalami luka-luka. Ia menegaskan kembali bahwa negaranya mengutuk serangan itu dengan sekeras-kerasnya. Menurutnya, tindakan Iran melanggar Resolusi Dewan Keamanan 2817, sebuah resolusi yang ia sebut didukung bersama oleh 136 negara anggota jumlah tertinggi dalam sejarah Dewan.

“Kehendak komunitas internasional tidak bisa lebih jelas lagi. Ketidakpatuhan Iran tidak bisa lebih terang-terangan lagi,” tegas Abushahab. Ia juga menambahkan bahwa kapal-kapal komersial di Selat Hormuz terus menjadi sasaran serangan, menandakan eskalasi ancaman terhadap jalur pelayaran vital dunia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar