Satu unit taksi tertemper kereta api di perlintasan Jalan Ampera, Kota Bekasi. Kejadian ini lalu memicu dua kereta tabrakan di Stasiun Bekasi Timur. Nah, yang bikin miris, perlintasan itu ternyata tidak punya palang pintu resmi. Sama sekali.
Pantauan di lokasi, Selasa (29/4/2026), perlintasan ini cuma berjarak sekitar 50 meter dari Stasiun Bekasi Timur. Lebarnya kurang lebih 5 meter. Lumayan sempit, apalagi kalau lagi ramai.
Kendaraan yang lewat di sini cukup padat. Truk, mobil pribadi, motor semua lalu-lalang tanpa henti. Di sekitar situ memang ada rambu peringatan rel kereta. Tapi palang pintu resmi? Tidak ada. Palang otomatis? Juga tidak.
Di sisi lain, yang ada cuma palang darurat dari bambu. Itu pun cuma di satu sisi saja. Sisi satunya lagi kosong melompong. Jadi bisa dibayangkan sendiri bagaimana repotnya.
Perlintasan ini hanya dijaga oleh warga setempat. Begitu ada kereta mau lewat, seorang warga akan turun tangan. Dia mengatur lalu lintas sambil berteriak-teriak memberi peringatan. Kemudian, palang bambu itu diturunkan dengan cara manual, tentu saja supaya kendaraan berhenti. Sambil tetap berteriak, dia juga mengingatkan kendaraan dari arah sebaliknya untuk ikut berhenti dan menunggu.
Menurut seorang warga sekitar, Tasmin (80), kecelakaan kendaraan tertemper kereta di perlintasan Jalan Ampera ini sudah sering terjadi. Bukan sekali dua kali.
Artikel Terkait
Tabrakan Beruntun di Bekasi: KA Argo Bromo Hantam KRL, 15 Tewas Dipicu Taksi Terperosok di Perlintasan
Mensos Gus Ipul Dorong Perluasan Penerima Bansos demi Jaga Pertumbuhan Ekonomi
Estonia Tawarkan Kerja Sama Teknologi Pelabuhan Cerdas dan Pelayaran Hijau ke Indonesia
Prabowo Targetkan Banyumas dan Jateng Bebas Sampah pada 2028 Usai Tinjau TPST Sederhana yang Efektif