Kementerian Perhubungan akhirnya memutuskan untuk melibatkan KNKT dalam kasus tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL CommuterLine di Stasiun Bekasi Timur. Bukan tanpa alasan, mereka ingin mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. KNKT, tim investigasi kecelakaan transportasi yang cukup kredibel, akan menelusuri penyebab pasti dari insiden ini.
Menhub Dudy Purwagandhi menyampaikan hal itu langsung di lokasi kejadian, Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026) malam.
"Kami juga memberikan kesempatan kepada KNKT untuk melakukan investigasi, melihat secara objektif penyebab dari kecelakaan yang terjadi pada malam hari ini," ujarnya.
Suasana di stasiun malam itu cukup tegang. Banyak petugas berdatangan, dan kereta-kereta yang terlibat masih berada di jalur. Dari hasil identifikasi sementara, Dirut KAI Bobby Rasyidin punya gambaran awal. Menurut dia, semuanya bermula dari sebuah taksi yang tertemper KRL di perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa itu, diduga kuat, mengacaukan sistem perlintasan.
"Perlu saya sampaikan juga kejadian ini di jam kurang jam 21.00 WIB kurang, dimulai dengan adanya temperan taksi hijau ya, itu di JPL 85. Sehingga ini yang kami curigai itu membuat sistem perkeretaapian di daerah stasiun emplasemen Bekasi Timur ini agak terganggu. Sementara itu kronologinya," ungkap Bobby.
Namun begitu, dia tidak mau buru-buru menyimpulkan. Bobby mengaku masih menunggu hasil investigasi lebih mendalam dari KNKT.
"Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta pada malam hari ini," tuturnya.
Di sisi lain, Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, memberikan sedikit gambaran tambahan. Menurutnya, KRL yang tertabrak itu sebenarnya sedang berhenti. Berhenti karena sebelumnya sudah ditemper taksi di JPL Jalur Perlintasan Langsung dekat Bulak Kapal.
"Jadi KRL-nya itu ada taksi yang menemper KRL di JPL lintasan dekat Bulak Kapal ya. Yang membuat KRL-nya terhenti," kata Franoto saat dihubungi, Senin (27/4).
Nah, saat KRL itu berhenti di jalur, nahas, dari belakang meluncur KA Argo Bromo. Tabrakan pun tak terhindarkan.
"KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo," imbuhnya.
Semua mata kini tertuju pada KNKT. Mereka yang akan memutuskan, siapa atau apa yang sebenarnya menjadi penyebab utama kecelakaan ini. Publik tentu berharap investigasi berjalan transparan dan tidak ada yang ditutup-tutupi.
Artikel Terkait
Tabrakan KRL dan Kereta Argo Bromo di Stasiun Bekasi Timur, Penumpang Ceritakan Momen Panik Ditabrak dari Belakang
Tujuh Korban Perempuan Masih Terjepit di Gerbong KRL Usai Tabrakan di Bekasi Timur, Tim Evakuasi Berjibaku
Tabrakan Kereta di Bekasi Timur: 4 Tewas, 29 Luka Dievakuasi, Seluruh Penumpang Argo Bromo Selamat
Evakuasi Korban Tabrakan KRL di Bekasi Berlangsung Sulit, Empat Tewas dan 71 Luka