Jakarta Operasi besar-besaran digelar di Jakarta Timur. Selama dua pekan, petugas mengamankan 3,09 ton ikan sapu-sapu. Jumlah itu setara dengan 16.903 ekor. Operasi ini menyasar 10 kecamatan sekaligus, dan hasilnya cukup mencengangkan.
Menurut Kepala Sudin KPKP Jakarta Timur, Taufik Yulianto, lokasi paling banyak penangkapan ada di Dermaga Eco Edu Wisata Ciliwung, Kelurahan Cililitan, Kecamatan Kramat Jati. “Di sana kami dapat 250 kg, atau sekitar 1.256 ekor,” ujarnya di Kantor Wali Kota Jakarta Timur, Senin, 27 April 2026.
Operasi ini berlangsung sejak 17 hingga 27 April 2026. Tujuannya jelas: menjaga ekosistem sungai. Ikan sapu-sapu memang dikenal sebagai spesies invasif. Populasinya yang masif, kata Taufik, tidak cuma merusak habitat ikan lokal. Tapi juga bikin infrastruktur perairan jebol karena mereka suka bikin lubang sarang di turap sungai.
Di sisi lain, ada alasan kesehatan yang tak kalah penting. Hasil uji laboratorium dari Dinas KPKP DKI Jakarta menunjukkan, ikan sapu-sapu di sungai-sungai Ibu Kota sudah terkontaminasi zat berbahaya. “Ikan ini tidak layak dikonsumsi. Sudah tercemar logam berat, dan bisa mengganggu kesehatan manusia,” tegas Taufik.
Pemusnahan massal ini, harapannya, bisa mengembalikan keseimbangan ekosistem. Sekaligus jadi edukasi buat warga: jangan sembarangan makan ikan dari sungai yang tercemar. Soalnya, risikonya bukan main.
Nah, berikut rincian tangkapan ikan sapu-sapu di Jakarta Timur:
1. Kecamatan Makasar: 481,55 kg (2.889 ekor)
2. Waduk Kaja: 413 kg (1.652 ekor)
3. Kecamatan Ciracas: 280 kg (1.680 ekor)
4. Dermaga Eco Edu Wisata Ciliwung, Kramat Jati: 250 kg (1.256 ekor)
5. Kecamatan Cakung: 240,6 kg (1.444 ekor)
6. Kecamatan Cipayung: 189 kg (1.134 ekor)
7. Kecamatan Pasar Rebo: 178 kg (1.068 ekor)
8. Kecamatan Kramat Jati: 137,8 kg (827 ekor)
9. Kecamatan Jatinegara: 126,15 kg (757 ekor)
10. Kali Sunter Sion Kalimalang: 125 kg (625 ekor)
11. Kali Buaran II: 92 kg (460 ekor)
12. Kecamatan Matraman: 87 kg (522 ekor)
13. Waduk Cilangkap 2: 69 kg (345 ekor)
14. Kecamatan Duren Sawit: 64,5 kg (387 ekor)
15. Perum Rukem Tambun Rengas: 63,5 kg (312 ekor)
16. Pintu Air Gunung Antang: 60 kg (300 ekor)
17. Kali Cipinang RT004/003: 52 kg (260 ekor)
18. Outlet Irigasi Setu Pendongkelan: 51 kg (255 ekor)
19. Kecamatan Pulo Gadung: 47,2 kg (283 ekor)
20. Rumah Pompa Air BC Sudin Air: 43 kg (215 ekor)
21. Pintu Air Berland RW.003: 22 kg (132 ekor)
22. Kali Pasadenia Jalan Pacuan Kuda: 20 kg (100 ekor)
Artikel Terkait
Polisi Tangkap Pengangguran di Mojokerto yang Tipu 32 Perempuan Lewat Aplikasi Kencan dengan Foto Hasil AI
321 Pemda Nol Langkah Kendalikan Inflasi, Kemendagri: Jangan Hanya Hadir di Rapat
Jumhur Hidayat Tiba di Istana, Isu Pelantikan sebagai Menteri Lingkungan Hidup Menguat
Kementerian ESDM Mulai Uji Coba Biodiesel B50 pada Kereta Api, Jadi Tahap Akhir Sebelum Penerapan Nasional Juli 2026