Suara tembakan mendadak memecah kemeriahan malam itu. Agen Secret Service langsung bergerak cepat, mengevakuasi Presiden AS Donald Trump dari acara yang digelar bersama jurnalis Gedung Putih. Momen yang semula santai berubah tegang dalam sekejap.
Belakangan, Trump memberi pernyataan lewat platform Truth Social miliknya. Katanya, pelaku penembakan sudah "ditangkap".
"Saya sempat menyarankan agar acara tetap dilanjutkan. Tapi, saya sepenuhnya mengikuti arahan penegak hukum," ujar Trump.
Acara yang berlangsung Sabtu (25/4) malam itu, menurutnya, tidak berjalan sesuai rencana. Dia mengaku ingin acara itu tetap berjalan. Namun begitu, dia sadar situasi sudah berubah.
"Malam ini akan sangat berbeda dari yang kami rencanakan. Kami hanya perlu mengulangnya lagi nanti," tambahnya.
Di sisi lain, Juru Bicara Dinas Rahasia AS, Anthony Guglielmi, mengonfirmasi satu orang telah diamankan. Namun, dia belum memberikan rincian soal identitas atau kondisi orang tersebut. Masih banyak yang belum jelas.
"Presiden dan Ibu Negara dalam keadaan aman, begitu juga semua yang dilindungi. Satu orang ditahan. Kondisi mereka yang terlibat belum diketahui, dan penegak hukum masih menilai situasi," kata Guglielmi.
Sebelum insiden ini, Trump dan Wapres JD Vance sedang menghadiri White House Correspondents' Dinner di Washington. Suara tembakan terdengar di lokasi, dan evakuasi pun dilakukan. Menurut sejumlah saksi, suasana langsung kacau orang-orang berlarian, kursi berjatuhan. Tapi untungnya, tidak ada korban dari pihak yang dilindungi.
Artikel Terkait
Aspira Luncurkan Aki Mobil LN2 dan LN3 untuk Kendaraan Modern
Penembakan di Acara Jamuan Jurnalis Gedung Putih, Pelaku Disebut Incar Anggota Administrasi Trump
Mensos Gus Ipul Soroti Data Penerima Bansos yang Belum Akurat, Dorong Digitalisasi dan Kolaborasi Daerah
Anak Buruh Tani Disabilitas di Sragen Kini Bisa Sekolah Lagi Berkat Program Sekolah Rakyat