Polisi Bubarkan Balap Liar di Jakarta Timur, Amankan Sejumlah Kendaraan

- Sabtu, 25 April 2026 | 08:25 WIB
Polisi Bubarkan Balap Liar di Jakarta Timur, Amankan Sejumlah Kendaraan

Dini hari tadi, suasana di Jakarta Timur mendadak ramai. Bukan karena pesta atau acara, melainkan patroli gabungan antara Brimob Polda Metro Jaya dan Perintis Polres Metro Jakarta Timur. Mereka menyisir titik-titik yang dianggap rawan mulai dari lokasi balap liar sampai tempat biasa nongkrong yang bisa berujung tawuran.

Awalnya sih, patroli berjalan mulus. Suasana terbilang adem, tidak ada hal mencurigakan. Tapi begitu waktu menunjukkan dini hari, laporan dari warga mulai masuk. Isinya? Ada gerombolan anak muda yang sedang asyik balapan di Jalan Malaka. Tanpa buang waktu, petugas langsung meluncur ke tempat kejadian. Mereka tidak mau ambil risiko, apalagi kalau sampai situasi meluas jadi rusuh.

Komandan Satuan Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Henik Maryanto, bilang kalau kecepatan dalam menanggapi laporan warga itu nomor satu. Menurut dia, ini soal prioritas.

“Kami langsung menindaklanjuti setiap informasi yang masuk, khususnya yang berpotensi membahayakan seperti balap liar, agar situasi tetap aman dan terkendali,” ujar Henik dalam keterangan resminya, Sabtu (25/4/2026).

Begitu sampai di lokasi, polisi langsung membubarkan paksa aktivitas balap liar itu. Di sana, mereka menemukan sejumlah remaja yang ternyata cuma jadi penonton. Ya, namanya juga anak muda, kadang ikut-ikutan nonton tanpa mikir risiko.

Petugas kemudian melakukan pemeriksaan. Beberapa kendaraan yang tidak punya dokumen lengkap atau perlengkapan yang sesuai aturan langsung diamankan. Semua dibawa ke Polres Metro Jakarta Timur. Setelah itu, situasi di Jalan Malaka kembali tenang. Tidak ada kejadian susulan yang bikin repot.

Henik juga punya pesan buat masyarakat. Jangan sekali-kali ikut-ikutan balap liar, entah sebagai pembalap atau sekadar penonton. Kalau lihat ada potensi gangguan, katanya, langsung lapor ke Call Center 110. Biar cepat ditangani, biar aman semua.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar