Pasukan AS Sita Kapal Tanker Tanpa Bendera di Samudra Hindia yang Diduga Selundupkan Minyak Iran

- Jumat, 24 April 2026 | 10:30 WIB
Pasukan AS Sita Kapal Tanker Tanpa Bendera di Samudra Hindia yang Diduga Selundupkan Minyak Iran

Pasukan militer Amerika Serikat baru saja menyita sebuah kapal tanker di Samudra Hindia. Kapal ini diduga kuat terlibat dalam penyelundupan minyak Iran. Operasi pencegatan itu berlangsung di perairan internasional, jauh dari hiruk-pikuk pelabuhan.

Yang menarik, kapal bernama Majestic X ini disebut-sebut sebagai kapal "tanpa status negara" alias stateless. Sebelumnya, kapal ini sudah masuk dalam daftar hitam sanksi AS. Jadi, bukan barang baru buat mereka.

Pentagon, atau Departemen Pertahanan AS, merilis rekaman video pada Jumat (24/4/2026). Rekaman itu menunjukkan tentara AS sedang berjalan di atas dek kapal tanker tersebut. Adegannya cukup dramatis bayangkan saja, personel militer bersenjata lengkap menaiki kapal di tengah laut lepas. Sumber dari Anadolu Agency dan Associated Press ikut mengonfirmasi kejadian ini.

"Semalam, pasukan AS melakukan pencegahan maritim dan penggeledahan berdasarkan hak kunjungan terhadap kapal stateless yang dikenai sanksi, M/T Majestic X," begitu bunyi pernyataan resmi Pentagon di media sosial X pada Kamis (23/4).

Mereka juga menambahkan pernyataan yang cukup tegas. Bunyinya:

"Kami akan melanjutkan penegakan hukum maritim global untuk mengganggu jaringan ilegal dan mencegat kapal-kapal yang memberikan dukungan material kepada Iran, di mana pun mereka beroperasi."

Nah, soal lokasi, operasi ini dilakukan di wilayah tanggung jawab INDOPACOM ya, Komando Indo-Pasifik AS. Data pelacakan menunjukkan Majestic X berada di perairan antara Sri Lanka dan Indonesia. Menariknya, lokasi ini hampir sama persis dengan tempat kapal tanker Tifani pernah dicegat sebelumnya. Kapal itu sendiri sedang dalam perjalanan menuju Zhoushan, China.

Pentagon juga menekankan satu hal: perairan internasional bukanlah "tameng" bagi siapa pun yang terkena sanksi. Pesannya jelas, mereka tidak main-main.

Sampai berita ini diturunkan, Iran belum memberikan komentar apa pun. Belum ada reaksi resmi dari Teheran. Mungkin mereka masih menghitung langkah selanjutnya, atau mungkin memang sengaja bungkam. Kita lihat saja.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar