FPTI: Kunci Lestarikan Prestasi Panjat Tebing Ada di Mitigasi Masalah dan Regenerasi

- Rabu, 22 April 2026 | 02:45 WIB
FPTI: Kunci Lestarikan Prestasi Panjat Tebing Ada di Mitigasi Masalah dan Regenerasi

Jakarta - Usia Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) sudah hampir empat dekade. Ternyata, dinamika organisasi di dalamnya tak pernah sepi. Tapi justru di situlah tantangannya, menurut Sekretaris Umum PP FPTI, Wahyu Pristiawan Buntoro. Baginya, kunci untuk tetap melesat di kancah dunia terletak pada bagaimana pengurus mengelola potensi masalah sejak awal.

"Sepanjang kami bisa memitigasi atau meminimalkan potensi masalah dan tahu siapa yang harus mengambil peran, sebuah organisasi akan berjalan dengan baik,"

ujar Pristiawan dalam percakapan via telepon, Selasa malam lalu.

Pendekatan itu bukan sekadar teori. Di tengarai perubahan situasi yang terus bergulir, menjaga stabilitas pembinaan atlet adalah hal yang mutlak. Apalagi, panjat tebing Indonesia kini punya fondasi prestasi yang gemilang: medali emas Olimpiade Paris 2024 dari Veddriq Leonardo. Itu adalah modal berharga yang harus dirawat, bukan sekadar dirayakan.

“Tanggung jawab kami besar,” akunya. Prestasi puncak itu tidak boleh berhenti sebagai euforia sesaat. Dampaknya harus terasa, harus mengalir deras ke seluruh perkembangan olahraga panjat tebing di tanah air.

Di sisi lain, mimpi besar para pendiri organisasi 38 tahun silam masih terus dikejar. Regenerasi atlet dan pembinaan yang terstruktur jadi fokus utama saat ini. Tak kalah penting, koordinasi antar semua pemangku kepentingan. Itu yang diyakini Pristiawan bisa menjaga konsistensi atlet di level internasional.

Dengan usia yang semakin matang, optimisme itu ada. Target jangka panjang adalah memperkuat fondasi, sambil terus mencetak prestasi. Caranya? Dengan tata kelola yang lincah, adaptif, dan responsif.

Sementara itu, perjalanan kompetisi terus berlanjut. Menuju Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Jepang, FPTI sudah meloloskan sepuluh atlet. Mereka berasal dari tiga disiplin: speed, lead, dan boulder.

Sebelum pesta olahraga Asia itu digelar September mendatang, para pemanjat akan dirotasi mengikuti berbagai ajang IFSC. Semua untuk persiapan, semua untuk menjaga ritme.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar