Menjelang Lebaran 2026, gairah logistik di Jambi terasa semakin hidup. IPC Terminal Petikemas (IPC TPK) Area Jambi mencatat lonjakan arus peti kemas yang cukup signifikan pada Maret lalu. Tampaknya, distribusi barang untuk kebutuhan masyarakat dan industri memang sedang naik daun.
Angkanya cukup berbicara. Volume throughput mencapai 2.775 TEUs bulan itu, melonjak 22,5 persen dibandingkan Maret tahun sebelumnya yang hanya 2.265 TEUs. Ini bukan sekadar angka statistik belaka, melainkan gambaran nyata mobilitas logistik yang kian dinamis di wilayah tersebut.
Kondisi perdagangan luar negeri Jambi sendiri ternyata cukup solid, jadi wajar kalau aktivitas di terminal ikut bergeliat. Di Januari 2026 saja, nilai ekspor provinsi ini menyentuh US$152,92 juta. Angka itu jauh melampaui impor yang hanya US$11,16 juta, menciptakan surplus neraca perdagangan yang cukup besar. Struktur ekspornya didominasi sektor industri dengan komoditas andalan seperti turunan kelapa sawit, karet, dan produk kehutanan. Komoditas-komoditas inilah yang menjadi motor penggerak lalu lintas peti kemas di daerah itu.
"Pertumbuhan ini mencerminkan upaya kami dalam memastikan operasional yang andal, mempercepat layanan bongkar muat, serta memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan,"
Demikian penjelasan Manager Operasi IPC TPK Area Jambi, Wedhar Tani Aji, dalam keterangan persnya Senin (20/4/2026).
Lalu, apa yang sebenarnya memicu lonjakan ini? Ternyata, peningkatan volume peti kemas domestik punya andil besar. Distribusi semen, misalnya, meningkat pesat seiring dengan masifnya pembangunan infrastruktur di Jambi. Gambar udara terminal pun menunjukkan kesibukan yang luar biasa.
Tak cuma itu, pengiriman kebutuhan pokok macam beras, tepung, serta aneka makanan dan minuman juga naik. Wajar saja, mengingat permintaan selalu melonjak setiap kali Lebaran akan tiba.
Di sisi lain, ada cerita menarik dari tren impor. Dominasi mesin dan peralatan industri dalam barang impor mengisyaratkan satu hal: aktivitas produksi dan pembangunan di Jambi tetap berjalan dengan baik. Kondisi ini, mau tidak mau, menuntut layanan logistik yang efisien dan benar-benar bisa diandalkan.
Nah, untuk menjaga momentum positif ini, IPC TPK Area Jambi tak tinggal diam. Mereka terus memperkuat kesiapan operasional, salah satunya dengan meningkatkan kompetensi SDM dan mengoptimalkan peralatan bongkar muat. Tujuannya jelas: memastikan semua aktivitas di terminal berjalan lancar dan sesuai standar.
"Kami memandang terminal petikemas Jambi bukan hanya sebagai titik bongkar muat, tetapi sebagai enabler pertumbuhan ekonomi. Dengan kesiapan layanan yang terus kami tingkatkan, kami optimistis dapat mendukung kelancaran arus logistik sekaligus memperkuat daya saing ekonomi daerah dan nasional,"
Wedhar menambahkan penjelasannya.
Pada akhirnya, peningkatan arus peti kemas ini adalah indikator yang menggembirakan. Ia menunjukkan peran strategis dan seringkali tak terlihat dari sektor logistik dalam menopang perekonomian daerah. Terutama di saat-saat genting seperti mendekati hari raya besar, di mana segala kebutuhan harus terdistribusi dengan tepat waktu.
Artikel Terkait
Delapan Daerah di Sumut Berkomitmen Bantu Dana Pemulihan Aceh
Lestari Moerdijat: Pendidikan Harus Bangun Kepekaan Sosial dan Jawab Realitas
Menteri HAM Konfirmasi 15 Warga Sipil Tewas dalam Baku Tembak di Puncak
Menteri Sosial Gus Ipul Gelar Dialog Langsung dengan Eks Napiter di Palu