Pemerintah Segera Naikkan HET MinyaKita Imbas Lonjakan Harga CPO dan Biaya Produksi

- Jumat, 05 Juni 2026 | 21:15 WIB
Pemerintah Segera Naikkan HET MinyaKita Imbas Lonjakan Harga CPO dan Biaya Produksi

Pemerintah memastikan akan segera menyesuaikan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng rakyat, MinyaKita, dalam waktu dekat. Langkah ini dipicu oleh lonjakan harga bahan baku dan biaya produksi yang membuat harga di pasaran semakin jauh dari patokan resmi yang berlaku saat ini.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa keputusan ini tidak bisa dihindari. Beberapa faktor krusial menjadi pendorong utama, terutama kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) serta membengkaknya biaya produksi dan distribusi. Tekanan ekonomi ini, menurutnya, dirasakan langsung oleh para produsen dan pelaku usaha sehingga penyesuaian HET dinilai perlu untuk menjaga keberlangsungan pasokan.

"Kita ingin melihat lagi perkembangan harga CPO. Memang harga CPO naik, kemarin rata-rata di angka Rp15.445, tapi sempat turun ke Rp14.000-an dan sekarang harga TBS (Tandan Buah Segar) mulai naik lagi," ujar Budi Santoso dalam keterangannya, Jumat, 6 Juni 2026.

Saat ini, HET MinyaKita masih dipatok sebesar Rp15.700 per liter. Namun, realitas di lapangan menunjukkan harga sudah melampaui ketentuan tersebut. Secara rata-rata nasional, harga MinyaKita berada di kisaran Rp15.800 hingga Rp15.900 per liter.

Di sejumlah daerah, kondisi bahkan lebih parah. Harga MinyaKita dilaporkan melonjak tajam hingga menembus angka Rp20.000 sampai Rp22.000 per liter akibat keterbatasan pasokan dan tingginya harga dari distributor. Situasi pasar yang semakin menjauh dari HET saat ini menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk segera meresmikan kebijakan baru.

Meski rencana kenaikan sudah disepakati, pemerintah belum mengumumkan secara spesifik besaran angka HET yang baru. Saat ini, angka tersebut masih dalam tahap finalisasi dan pembahasan bersama para pemangku kepentingan terkait.

"Jadi kita akan melihat harganya stabil ya, setelah itu baru ditetapkan berapa angka untuk kenaikan harga eceran tertinggi untuk Minyakita," katanya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar