Alvalab Luncurkan Lima Layanan Uji Baru untuk Jawab Tantangan Industri di Lab Indonesia 2026

- Senin, 20 April 2026 | 17:00 WIB
Alvalab Luncurkan Lima Layanan Uji Baru untuk Jawab Tantangan Industri di Lab Indonesia 2026

Di tengah pameran Lab Indonesia 2026 yang ramai di ICE BSD Tangerang, Alvalab, sebuah perusahaan jasa pengujian laboratorium, memilih momentum itu untuk meluncurkan lima layanan barunya. Targetnya jelas: menjawab tantangan industri pangan, pertanian, lingkungan, dan manufaktur yang kian kompleks. Menurut Jonathan A. Widakdo, Head of Sales and Marketing Alvalab, peluncuran ini sekaligus jadi debut perusahaan di ajang khusus laboratorium. "Kami mengedepankan akurasi dan kecepatan, plus tentu saja patuh pada standar global. Intinya, kami ingin solusi analitik yang kami berikan benar-benar relevan dan punya nilai tambah," ujarnya, Kamis lalu.

Jonathan kemudian membeberkan satu per satu layanan unggulan itu. Yang pertama, dan cukup krusial, adalah Analisis Residu Pestisida. Ini penting banget untuk komoditas pertanian dan rempah. Teknologi mutakhir yang mereka gunakan bahkan mampu menangani material kompleks seperti cassia stick dan lada hitam bahan dengan matriks yang jauh lebih rumit ketimbang daun-daunan biasa. Tujuannya, memastikan produk memenuhi batas maksimum residu (MRL) yang berlaku ketat di berbagai negara.

Lalu ada layanan Pengujian Umur Simpan. Di sini, Alvalab membantu industri menentukan masa simpan produk dengan lebih presisi. Caranya? Mereka menyesuaikan metode pengujian dengan karakter produk, pakai Accelerated Shelf-Life Testing (ASLT) atau Rancimat. Hasilnya, evaluasi stabilitas produk bisa lebih cepat tanpa mengorbankan akurasi.

Di sisi lain, soal keamanan pangan, Alvalab punya layanan Pengujian Alergen. Metode ELISA yang mereka terapkan bisa mendeteksi alergen hingga level jejak. Ini bukan cuma untuk mencegah kontaminasi silang di lini produksi, tapi juga buat memastikan produk patuh pada standar global yang berlaku.

Dua layanan lainnya tak kalah penting. Analisis Bahan Aktif berperan mengonfirmasi kandungan dan konsentrasi senyawa utama dalam suatu produk, terutama untuk menjaga kualitas dan keaslian rempah atau minyak esensial. Sementara Pengujian Anti-Bakteri dirancang untuk mengevaluasi efektivitas produk dalam melawan bakteri, tentu saja dengan metode laboratorium yang sudah tervalidasi.

"Selama ini kan banyak industri yang harus kirim sampel ke luar negeri," jelas Jonathan. "Dengan pengembangan ini, pengujian bisa dilakukan di dalam negeri. Jadi lebih efisien, baik dari segi biaya maupun waktu."

Jonathan menegaskan, keunggulan utama Alvalab ada di kualitas dan kecepatan. Mereka pakai peralatan lab dari Eropa dengan klaim akurasi mencapai 99,5 persen. Sistem pengerjaannya juga menggunakan kalender hari, termasuk akhir pekan. "Yang dibutuhkan klien itu kepastian. Baik dari sisi kualitas maupun lead time-nya," katanya.

Pasar mereka pun tak cuma domestik. Perusahaan luar negeri yang mau jual produk di Indonesia memanfaatkan layanan Alvalab untuk pastikan patuh regulasi lokal. Begitu pula buyer global yang perlu analisis kualitas bahan baku dari Indonesia sebelum memutuskan beli.

Memasuki 2026, optimisme Alvalab terasa tinggi. Jonathan menggambarkannya seperti sebuah perjalanan. "Tahun 2024 jadi awalnya, 2025 mulai berjalan, dan di 2026 ini kami siap berlari. Soalnya alat, metode, dan akreditasi kami sudah semakin lengkap," ungkapnya. Tren kliennya pun mulai bergeser, dari sekadar uji coba jadi kontrak jangka panjang pertanda kepercayaan yang tumbuh.

Mereka juga memberi perhatian khusus pada UMKM. Caranya dengan menawarkan paket pengujian yang lebih terjangkau plus konsultasi gratis, khususnya untuk urusan perizinan seperti BPOM. Ke depan, Alvalab berharap ada dukungan pemerintah untuk perkuat ekosistem industri laboratorium, misalnya lewat promosi dan event semacam Lab Indonesia.

"Laboratorium punya peran penting untuk memastikan akurasi data produk dan mencegah overclaim. Kami ingin hadir sebagai laboratorium independen yang kredibel," tegas Jonathan.

Pandangan serupa disampaikan Billy Laurence, Managing Director Alvalab. Ia melihat adanya peningkatan signifikan terhadap kebutuhan layanan lab yang cepat, akurat, dan terintegrasi. "Peluncuran layanan baru ini bagian dari strategi kami untuk berikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pelanggan," ujarnya. Ia pun mengundang para pelaku industri untuk datang ke booth Alvalab dan mengeksplorasi solusi yang ditawarkan.

Partisipasi mereka rupanya mendapat sambutan. Yanuar, salah satu pengunjung pameran, mengaku terbantu. "Alvalab menghadirkan solusi yang komprehensif, apalagi dengan layanan baru dan sistem terintegrasi. Ini sangat membantu dalam memastikan kualitas produk kami," katanya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar