Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika Blokade AS Tak Dicabut

- Minggu, 19 April 2026 | 09:55 WIB
Iran Ancam Tutup Selat Hormuz Jika Blokade AS Tak Dicabut
Update Terkini: Ketegangan di Selat Hormuz

Iran punya pesan keras untuk Washington: Selat Hormuz tak akan dibuka kalau blokade angkatan laut AS di pelabuhan mereka tetap berlangsung. Pernyataan ini datang dari seorang pejabat tinggi yang sekaligus menyiratkan bahwa jalan menuju kesepakatan damai masih panjang bahkan, masih "jauh" dari kenyataan.

Memang, Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran, mengakui ada "kemajuan" dalam pembicaraan dengan Amerika. Tapi jangan salah, menurutnya kesenjangan masih lebar. Beberapa poin mendasar pun belum tersentuh.

"Kita masih jauh dari diskusi akhir," ujar Ghalibaf, yang juga terlibat dalam negosiasi untuk Teheran.

Pidatonya disiarkan televisi nasional pada Minggu (19/4/2026). Situasinya memang genting. Gencatan senjata dua minggu yang berlaku saat ini akan berakhir Rabu depan kecuali ada perpanjangan.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyebut percakapan dengan Iran berjalan "sangat baik". Meski begitu, dia tidak ragu memberi peringatan agar Iran tidak coba-coba "memeras" Amerika Serikat.

Lalu lintas kapal sempat bergerak lagi di Selat Hormuz Jumat lalu, setelah kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah Lebanon sekutu Iran tercapai. Langkah itu disambut pasar global dengan kegembiraan, bahkan sempat membuat harga minyak terjun bebas.

Tapi euforia itu mungkin prematur. Trump bersikukuh blokade pelabuhan Iran akan terus berlanjut sampai ada kesepakatan untuk mengakhiri perang yang lebih luas. Dan sebagai balasannya, Iran mengancam akan menutup selat itu kembali.

"Jika Amerika tidak mencabut blokade, lalu lintas di Selat Hormuz pasti akan terbatas," tegas Ghalibaf.

Sementara itu, dari dalam Iran, Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei yang belum terlihat publik sejak berkuasa mengirim pesan tertulis. Isinya, angkatan laut Iran "siap" mengalahkan Amerika Serikat.

Namun begitu, Trump menilai Iran hanya "bermain-main" dengan langkah-langkahnya belakangan ini. Dia kembali memperingatkan Teheran agar berhenti berusaha "memeras" Washington dengan sikap plin-plan mereka di Selat Hormuz.

"Kami sedang melakukan percakapan yang sangat baik," kata Trump.

Tapi dalam nada yang sama, dia menegaskan Amerika Serikat "mengambil sikap tegas." Ancaman dan diplomasi kini berjalan beriringan, sementara dunia menunggu apa yang terjadi setelah Rabu.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar