Uni Eropa Desak Iran Batalkan Rencana Pungutan Biaya Transit di Selat Hormuz

- Sabtu, 18 April 2026 | 14:25 WIB
Uni Eropa Desak Iran Batalkan Rencana Pungutan Biaya Transit di Selat Hormuz

Rencana Iran untuk memungut biaya transit di Selat Hormuz mendapat sorotan tajam dari Uni Eropa. Kaja Kallas, sang kepala kebijakan luar negeri blok tersebut, secara tegas meminta Tehran membatalkan niatnya itu.

Lewat sebuah postingan di media sosial X, Kallas menegaskan posisinya. Menurutnya, hukum internasional sudah jelas mengatur soal ini.

"Berdasarkan hukum internasional, transit melalui jalur air seperti Selat Hormuz harus tetap terbuka dan gratis,"

Begitu bunyi pernyataannya, yang dikutip dari laporan Al Arabiya pada Sabtu (18/4/2026).

Ia tak berhenti di situ. Kallas memperingatkan bahwa langkah semacam ini bisa jadi preseden yang berbahaya. Bayangkan dampaknya bagi lalu lintas maritim global jika setiap negara mulai menerapkan aturan serupa.

"Skema pembayaran untuk transit apa pun akan menciptakan preseden berbahaya bagi jalur maritim global. Iran harus membatalkan rencana apa pun untuk mengenakan biaya transit,"

Tambahan ini sekaligus menegaskan tekanan diplomatik yang sedang dibangun.

Di sisi lain, ada secercah harapan. Kallas juga menyebut peran Eropa ke depan, terutama setelah gencatan senjata di kawasan itu berlaku. Tujuannya jelas: memulihkan arus perdagangan dan energi yang bebas dan lancar. Namun begitu, semua itu tentu bergantung pada pembatalan rencana pungutan tadi.

Jadi, situasinya masih tegang. Uni Eropa bersikukuh pada prinsip kebebasan navigasi, sementara Iran punya rencana lain yang bisa mengubah aturan main di selat yang vital itu.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar