Kasus dugaan kekerasan seksual di lingkungan Universitas Padjadjaran akhirnya mendapat respons resmi. Kampus itu memutuskan untuk menonaktifkan sementara seorang dosen yang diduga terlibat. Menariknya, menurut keterangan pihak universitas, korban yang disebut-sebut dalam laporan itu sudah tidak lagi aktif berkuliah di Unpad.
Kepala Humas Unpad, Dandi Supriadi, membenarkan langkah tersebut saat dikonfirmasi pada Sabtu lalu. Namun begitu, ia mengaku belum bisa memberikan detail lebih jauh.
"Mengenai kelanjutannya saya belum ada info updatenya, penelusuran sedang dilakukan," ujarnya.
"Korban sudah tidak studi di Unpad," tambah Supriadi, menegaskan poin itu.
Pertanyaan soal kapan tepatnya kejadian berlangsung pun belum terjawab. "Saya tidak ada infonya. Hanya siaran pers kemarin yang bisa saya share," katanya, mengakhiri pembicaraan.
Di sisi lain, langkah universitas tak berhenti di situ. Mereka juga membentuk tim investigasi khusus. Tim ini bertugas menelusuri kasus secara objektif dan menyeluruh, melibatkan Satgas PPKS internal kampus serta perwakilan dari Senat Fakultas.
Supriadi menegaskan, meski keberpihakan awal diberikan kepada korban, proses pembuktian tetap harus berjalan hati-hati. Tujuannya jelas: menghindari kesalahan yang bisa merugikan semua pihak.
"Unpad akan selalu memperhatikan prosedur pembuktian dengan saksama melalui perangkat yang ada," tegasnya. "Walaupun titik keberpihakan Unpad adalah kepada korban."
Apabila nanti terbukti terjadi pelanggaran, sanksi tegas akan dijatuhkan sesuai aturan yang berlaku. Ini bukan sekadar janji. Menurutnya, penanganan kasus ini adalah bagian dari komitmen lebih besar untuk menciptakan lingkungan kampus yang benar-benar aman dan kondusif bagi semua.
Unpad pun mengajak seluruh sivitas akademika dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung upaya pencegahan kekerasan ini.
Kasus ini sendiri pertama kali mencuat dan menjadi viral di media sosial X. Oknum yang diduga terlibat adalah seorang guru besar di Fakultas Keperawatan. Ia dituding meminta mahasiswi asing peserta program pertukaran pelajar untuk mengirimkan foto dirinya mengenakan bikini. Sebuah tuduhan serius yang kini sedang diselidiki.
Artikel Terkait
Harga Minyak Dunia Terkoreksi Usai Pelabuhan Oman Normal, tapi Ancaman Gangguan Pasokan dari Konflik Timur Tengah Masih Bayangi Pasar
Saksi di Sidang Korupsi Bea Cukai Ungkap Pejabat Terima Amplop dari Perusahaan Jasa Kepabeanan
Piala Dunia 1962: Lahirnya Sistem Kartu dari Kekacauan Battle of Santiago
TransJakarta Gelar Lari di Jalur Layang Koridor 13 Rayakan HUT ke-499 Jakarta