Trump Apresiasi Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, Tapi Blokade AS Tetap Berlaku

- Jumat, 17 April 2026 | 21:50 WIB
Trump Apresiasi Pembukaan Selat Hormuz oleh Iran, Tapi Blokade AS Tetap Berlaku

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyambut positif langkah Iran yang membuka akses penuh di Selat Hormuz. Kebijakan ini diumumkan Teheran seiring dengan gencatan senjata yang berlaku di Lebanon. Meski begitu, sikap Washington tak serta-merta melunak. Blokade angkatan laut AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran akan terus berjalan. Menurut Trump, blokade baru akan dicabut setelah sebuah kesepakatan damai final benar-benar diteken.

Lewat akun Truth Social-nya, Trump tak ragu menunjukkan apresiasinya.

"TERIMA KASIH!" tulisnya.

Dalam postingan itu, dia menyebut Iran telah mengumumkan bahwa jalur pelayaran itu "SEPENUHNYA TERBUKA DAN SIAP UNTUK DILALUI SEPENUHNYA."

Hanya berselang beberapa menit, muncul pesan lanjutan. Seperti dilaporkan AFP, Jumat (17/4/2026), Trump kembali menegaskan posisinya.

"Blokade angkatan laut akan tetap berlaku sepenuhnya terkait dengan Iran, hanya, sampai transaksi kita dengan Iran selesai 100%," tulisnya lagi, tetap dengan gaya huruf kapital yang jadi ciri khasnya.

Dia tampaknya optimis. "Proses ini seharusnya berjalan sangat cepat karena sebagian besar poin sudah dinegosiasikan," tambah Trump.

Sebelumnya, saat berbicara dengan para wartawan pada Kamis, Trump sudah memberi sinyal. Katanya, kesepakatan damai dengan Iran itu 'sangat dekat'. Pernyataan ini muncul meski pembicaraan yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance di Pakistan akhir pekan lalu tak menghasilkan terobosan berarti.

Di sisi lain, pengumuman resmi dari Iran sendiri datang dari Menteri Luar Negeri mereka, Abbas Araghchi. Pada Jumat, dia menyatakan selat yang menjadi urat nadi perdagangan minyak global itu akan dipertahankan dalam kondisi "sepenuhnya terbuka". Syaratnya, selama gencatan senjata di kawasan Timur Tengah masih berlaku. Langkah ini jelas memberi angin segar bagi lalu lintas kapal dan perdagangan komoditas dunia.

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar