Kalau ada demo di depan Gedung Sate, jalanan depan sana pasti macet total. Itu yang mau diubah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurutnya, penataan ulang halaman ikonik Bandung itu punya tujuan utama: memberi ruang lebih leluasa buat masyarakat beraktivitas, sekaligus mengurai kemacetan di Jalan Diponegoro.
“Kondisi seperti itu tidak akan terjadi setelah penataan halaman Gedung Sate,” tegas Kang Dedi, sapaan akrabnya, dalam sebuah keterangan tertulis Jumat lalu.
“Masyarakat tetap bisa menyuarakan aspirasinya di depan gedung pemerintahan Jawa Barat tersebut tanpa hambatan kendaraan.”
Intinya, ruang ekspresi publik tetap ada. Cuma, lalu lintasnya nggak bakal kena imbas lagi. Soalnya, arus kendaraan akan dialihkan memutar ke depan Hotel Pullman. Jadi, kendaraan umum atau pribadi enggak bisa lagi melintas tepat di muka gedung putih itu.
“Nanti ke depan Jalan Diponegoro tetap terbuka, tidak akan terganggu oleh kegiatan di depan Gedung Sate,” ujar KDM menegaskan.
Di sisi lain, Kang Dedi juga berusaha menenangkan. Dia memastikan penataan ini tidak akan menghilangkan elemen penting yang sudah ada. Batu prasasti Kementerian PU di area itu, misalnya, akan tetap dipertahankan. Yang berubah adalah estetikanya. Nanti, tinggi halaman Gedung Sate akan disamakan dengan halaman Gasibu di seberangnya. Hasilnya, kedua area itu bakal terlihat lebih menyatu dan rapi.
“Halamannya nanti terbuka lebih luas dan lebar,” tutupnya.
Jadi, begitulah rencananya. Gedung Sate akan punya plaza yang lebih lapang, sementara kemacetan di Diponegoro setidaknya yang dipicu oleh kerumunan massa diharapkan bisa berkurang. Tinggal nunggu eksekusinya saja.
Artikel Terkait
Iran Bantah Klaim Trump Soal Pemindahan Uranium yang Diperkaya
GRANAT Apresiasi Prestasi Polda Riau Ungkap 1.026 Kasus Narkoba dalam 4 Bulan
Candi Borobudur Gelar Kirab Pusaka Nusantara untuk Pertama Kalinya
Kader PPP Siapkan Gugatan Perdata ke Sekjen dan Waketum