Di tengah hiruk-pikuk Ancol, Jumat lalu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung punya pesan tegas untuk para bos BUMD ibu kota. Ia mendorong mereka untuk tak cuma puas bermain di dalam negeri. "Waktunya naik kelas," begitu kira-kira semangatnya. Pramono ingin perusahaan plat merah itu berani merambah pasar global.
"Jangan cuma jadi pemain lokal. Saatnya bertarung di luar. Ambil contoh Bank Jakarta, atau Pasar Jaya dan Dharma Jaya. Saya yakin langkah ini akan membawa manfaat nyata bagi Jakarta," tegas Pramono.
Ucapan itu disampaikannya di hadapan para direksi dan komisaris BUMD dalam BUMD Leaders Forum 2026 bertajuk "Synergy For Resilience", yang digelar di Candi Bentar Hall, Ancol.
Di sisi lain, gubernur juga menekankan soal tata kelola. Menurutnya, transparansi dan profesionalisme adalah kunci utama. Apalagi, tantangan dari luar semakin kompleks dan tak terduga.
"Karena itu, saya minta mereka betul-betul mempersiapkan diri. Konsolidasi internal dan membangun budaya korporasi yang terbuka serta profesional itu mutlak," tuturnya lagi.
Dengan pengelolaan yang rapi dan berintegritas, Pramono optimis BUMD-BUMD Jakarta akan jauh lebih tangguh. Mereka diharapkan tak goyah menghadapi berbagai tekanan ekonomi yang mungkin datang di kemudian hari.
Sementara itu, dari sisi eksekusi, sudah ada langkah nyata yang mulai dijalankan. Kepala BP BUMD Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan, forum ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan akhir tahun lalu.
Ada tiga topik strategis yang dibahas. "Yang pertama, soal akselerasi kinerja investasi dan kemandirian finansial lewat creative financing dan sinergi pembiayaan," jelasnya.
Ia lalu menyebutkan sebuah capaian. "Alhamdulillah, di Triwulan I 2026 ini, fasilitas kredit dari Bank Jakarta telah disepakati untuk tiga BUMD."
Ketiganya adalah PT Bank Jakarta sendiri, PT Perumda Dharma Jaya, dan juga Food Station Tjipinang. Sebuah langkah awal yang konkret untuk menguatkan pondasi keuangan mereka.
Artikel Terkait
Penyidikan Ijazah Jokowi: 130 Saksi Diperiksa, 25 Ahli Dimintai Keterangan
TNI Bantah Keterlibatan dalam Penembakan Anak di Sinak, Papua Tengah
Mentan Desak Bareskrim Usut Otak Penyelundupan 23 Ton Pangan di Pontianak
Bulog Pastikan Stok dan Harga Minyakita Stabil di Seluruh Indonesia