Polisi Tangkap Lima Pelaku Begal Petugas Damkar di Gambir

- Kamis, 16 April 2026 | 09:00 WIB
Polisi Tangkap Lima Pelaku Begal Petugas Damkar di Gambir

Viral di media sosial, sebuah video yang memperlihatkan aksi begal keji di kawasan Gambir, Jakarta Pusat. Korban yang dikeroyok beberapa orang itu ternyata seorang petugas pemadam kebakaran. Polisi pun akhirnya bergerak cepat, berhasil meringkus komplotan pelakunya.

Peristiwa nahas ini terjadi pada Kamis malam, 2 April 2026 lalu. Saat itu, Bimo Margo Hutomo (30) baru saja pulang dari rumah temannya. Di Jalan KH Hasyim Ashari, nasibnya berubah. Ia dipepet oleh segerombolan orang, lalu diserang secara brutal.

“Pelaku menendang korban hingga terjatuh,” jelas Plt Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir, Iptu Heri Moko, Selasa (7/4).

“Korban ditendang serta dipukul dengan batu di TKP. Kemudian, sepeda motor dan HP-nya dibawa kabur.”

Akibat penganiayaan itu, kondisi Bimo cukup memprihatinkan. Ia mengalami luka di kepala, lecet di bagian muka, dan juga di pergelangan tangannya. Ia sempat menjalani pemeriksaan visum di RS Tarakan, sementara polisi mendalami kasus ini dengan olah TKP.

Dari video yang beredar, suasana mencekam itu terekam jelas. Korban dipukuli habis-habisan, sebelum akhirnya pelaku melarikan diri dengan membawa motor dan telepon genggam sang korban.

Lima Pelaku Diamankan di Sebuah Hotel

Tekad polisi untuk menangkap para pelaku akhirnya membuahkan hasil. Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, lima orang berhasil diamankan.

Penangkapan dilakukan pada Senin malam, 13 April 2026, sekitar pukul 23.00 WIB. Lokasinya di sebuah hotel di kawasan Pluit, Jakarta Utara.

“Tim yang dipimpin Kanit Resmob AKP Rasid dan Kanit Ranmor Iptu Hutagaol berhasil mengamankan para pelaku,” ujar Budi Hermanto dalam keterangannya, Selasa (14/4).

Kelima tersangka itu adalah F (30), RS (19), TA (20), R (21), dan RA (24). Dari penyelidikan sementara, peran mereka dalam aksi begal ini ternyata berbeda-beda. Ada yang bertugas menabrak dan memukul korban, ada yang mengambil barang, dan ada pula yang bertugas mengawasi situasi sekitar lokasi kejadian. Sebuah aksi yang terencana.

Kini, kelimanya harus mempertanggungjawabkan perbuatan keji mereka. Sementara korban, seorang petugas damkar yang sehari-hari berjuang menyelamatkan orang lain, harus menanggung luka fisik dan trauma akibat ulah mereka.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar