Di tengah gemuruh konflik yang melanda Timur Tengah, Duta Besar Uni Emirat Arab untuk Indonesia, Abdulla Salem Al Dhaheri, angkat bicara. Ia membeberkan situasi yang dihadapi negaranya, yang ternyata telah menjadi sasaran ribuan rudal dan drone dari Iran sejak akhir Februari lalu.
Namun begitu, Abdulla justru membuka pernyataannya dengan nada meyakinkan. Ia menegaskan bahwa UEA tetap aman, bahkan setelah 40 hari berada di bawah tekanan serangan.
“Sepanjang 40 hari tersebut, UEA tetap sangat aman, tangguh, dan aktivitas berjalan seperti biasa,” ujar Abdulla di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (15/4/2026).
Pertemuannya dengan Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno baru saja usai. Di situlah ia kemudian memberikan penjelasan lebih rinci.
“Banyak penduduk, kami memiliki lebih dari 200 kewarganegaraan yang tinggal di Uni Emirat Arab, sebagian besar dari mereka tidak ingin pergi. Mereka memilih untuk tetap tinggal karena telah menyaksikan sendiri betapa amannya negara ini,” lanjutnya.
Klaim keamanan itu bukan tanpa dasar. Menurut Abdulla, dari hampir 2.850 rudal dan drone yang diluncurkan Iran, sistem pertahanan udara UEA sukses mencegat 96%-nya. Hanya sebagian kecil, sekitar 4 persen, yang berhasil menembus.
“Dari sini, saya ingin menyampaikan penghargaan. Pujian atas kemampuan serta profesionalisme Angkatan Bersenjata UEA, dan tentu saja kebijaksanaan kepemimpinan kami,” katanya, dengan nada bangga yang terasa wajar.
Artikel Terkait
Hari Kartini 2026 Jatuh pada 21 April, Bukan Hari Libur Nasional
Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, TPP Dipotong Paksa Bayar Kredit Macet
Polri Bentuk Satgas Haji, Fokus Berantas Praktik Ilegal dan Lindungi Jemaah
Tokoh dan Ulama Indonesia Serukan Perdamaian Timur Tengah untuk Jamin Keamanan Haji 2026