Nah, kabar tentang "briefing harian" ini langsung bikin panas. Banyak komentator politik, dari berbagai spektrum, ikut bersuara. Intinya, mereka melihat ini sebagai tanda bahwa Israel-lah yang memegang kendali. Situasi ini dinilai aneh, mengingat AS dan Iran sendiri sedang berunding untuk cari solusi permanen atas perang.
Negosiasi antara kedua negara itu sendiri baru saja mentok. Setelah 21 jam pembicaraan maraton di Islamabad, Pakistan, perundingan yang berakhir tanggal 12 April itu gagal mencapai kata sepakat.
JD Vance sendiri mengonfirmasi kegagalan itu. Dalam konferensi pers singkat, dia cuma menyatakan AS belum berhasil capai kesepakatan dengan Iran usai negosiasi di Pakistan. Tidak banyak penjelasan lebih lanjut.
Jadi, situasinya sekarang seperti ini: perundingan buntu, sementara pernyataan Netanyahu malah memantik gelombang kecaman baru terhadap peran Amerika. Kritik dari Iran itu mungkin terdengar keras, tapi jelas mencerminkan ketegangan yang makin menjadi-jadi.
Artikel Terkait
Hari Kartini 2026 Jatuh pada 21 April, Bukan Hari Libur Nasional
Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, TPP Dipotong Paksa Bayar Kredit Macet
Polri Bentuk Satgas Haji, Fokus Berantas Praktik Ilegal dan Lindungi Jemaah
Tokoh dan Ulama Indonesia Serukan Perdamaian Timur Tengah untuk Jamin Keamanan Haji 2026