Dia berharap santunan itu bisa menopang kebutuhan keluarga, terutama untuk anaknya yang sedang sakit. Sebuah harapan sederhana di tengah kesedihan yang mendalam.
Merespons apresiasi itu, Saiful kembali menegaskan komitmennya. Layanan klaim, menurutnya, harusnya tanpa antrean dan tanpa kesulitan. “Tujuan utama kami adalah menyejahterakan seluruh pekerja Indonesia dan keluarganya,” imbuhnya.
Untuk itu, berbagai kanal disiapkan. Mulai dari layanan online, kantor cabang, hingga aplikasi JMO. Konsep "one stop service" terus dioptimalkan agar akses semakin mudah.
Melihat proses yang berjalan lancar ini, Wali Kota Jakarta Selatan, M. Anwar, turut angkat bicara. Dia memastikan bahwa hampir seluruh PHL di wilayahnya sudah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Sosialisasi, kata dia, akan terus digencarkan.
“Pemberian santunan seperti ini bukan hanya sekali, tetapi sudah sering kali,” kata Anwar.
Artinya, menurutnya, kehadiran BPJS Ketenagakerjaan selama ini cukup tepat waktu. Tidak rumit, dan yang penting, tidak dipersulit. Sebuah penegasan yang mungkin ingin didengar oleh banyak pekerja di luar sana.
Artikel Terkait
Hari Kartini 2026 Jatuh pada 21 April, Bukan Hari Libur Nasional
Atasan Gadai SK Anggota Satpol PP Bogor, TPP Dipotong Paksa Bayar Kredit Macet
Polri Bentuk Satgas Haji, Fokus Berantas Praktik Ilegal dan Lindungi Jemaah
Tokoh dan Ulama Indonesia Serukan Perdamaian Timur Tengah untuk Jamin Keamanan Haji 2026