Upaya AS Capai Grand Bargain dengan Iran Terkendala Perbedaan Mendasar

- Rabu, 15 April 2026 | 07:45 WIB
Upaya AS Capai Grand Bargain dengan Iran Terkendala Perbedaan Mendasar

“Kabar buruknya, kami belum mencapai kesepakatan,”

Ujar Vance dengan nada datar kepada para wartawan usai perundingan.

Namun begitu, ia mencoba melihat sisi positif. Diskusi alot itu dinilainya masih memberikan kemajuan pada beberapa isu penting. Pemerintah AS juga masih membuka peluang untuk dialog lanjutan, meski mengakui perbedaan mendasar dengan Teheran masih sangat lebar.

Di sisi lain, hambatan utamanya klasik. AS mendesak Iran menghentikan program nuklirnya secara permanen. Sementara itu, Iran tampaknya masih ingin mempertahankan sebagian kemampuan pengayaan uraniumnya. Jarak yang sulit dijembati.

Semua ini terjadi di tengah panorama Timur Tengah yang terus memanas. Ketegangan geopolitik meningkat pesat pasca konflik dan aksi militer yang melibatkan AS, Iran, serta sekutu-sekutunya dalam beberapa bulan terakhir. Suasana yang jauh dari ideal untuk berdiplomasi.

Nah, harapan Washington sekarang bertumpu pada tekanan diplomatik dan ekonomi. Mereka berharap dua hal itu bisa mendorong Iran kembali ke meja perundingan, dengan kemauan politik yang lebih besar. Tujuannya tetap satu: kesepakatan komprehensif. Tapi kapan itu terwujud? Itu masih jadi tanda tanya besar.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar