KPK Tangkap Bupati Tulungagung, Korupsi Kepala Daerah Masih Jadi Tren

- Rabu, 15 April 2026 | 07:15 WIB
KPK Tangkap Bupati Tulungagung, Korupsi Kepala Daerah Masih Jadi Tren

Kita ini bangsa yang pemaaf. Dan itu bagus. Namun, maaf yang salah tempat justru bisa jadi bensin bagi para koruptor. Mereka tahu betul. Saat tertangkap, hujatan akan membanjir. Tapi mereka juga yakin, itu cuma sementara. Setelah bebas nanti, cukup bangun citra lewat aksi sosial, bagi-bagi sembako, perlahan publik akan lupa. Lalu memaafkan.

Padahal, maaf seharusnya untuk yang tersesat, bukan untuk yang sengaja membelokkan jalan demi kantong pribadi.

Mungkin inilah saatnya kita mempertimbangkan semacam ‘cancel culture’ untuk para koruptor. Lihat saja, publik gampang sekali ‘membatalkan’ selebritas yang berselingkuh atau melakukan pelecehan. Kenapa hal yang sama tidak kita terapkan pada orang yang merampok uang rakyat?

Bahkan, untuk koruptor, ‘cancel culture’-nya harus lebih tegas. Pengucilan sosial yang total. Jangan beri mereka panggung lagi. Jangan beri kesan bahwa pengkhianatan terhadap amanah adalah hal yang bisa dimaafkan begitu saja. Kalau hukum negara terasa belum cukup menakutkan, biar hukum sosial yang bekerja.

Intinya, kita harus mematikan relevansi mereka. Tanpa itu, tanpa rasa jera yang sungguh-sungguh, jangan heran kalau korupsi terus beranak-pinak. Penjara hanya akan dianggap sebagai tempat persinggahan. Tempat istirahat sebentar, menunggu kita semua lupa.

Lalu, mereka akan kembali. Dengan cara yang mungkin lebih licin.

(Dewan Redaksi Media Group, Ahmad Punto)

Editor: Novita Rachma


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar