Di sisi lain, harga di tingkat konsumen terpantau naik. Di pangkalan, harga gas 3 kilogram masih sesuai HET Rp 18.000. Tapi begitu sampai ke tangan pembeli eceran, harganya bisa melambung sampai Rp 20.000 per tabung.
Menyikapi hal ini, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah angkat bicara. Ia meminta masyarakat tidak menimbun gas tabung 3 kilogram atau yang biasa disebut ‘gas melon’. Pola belanja yang bijak, sesuai kebutuhan, jauh lebih penting ketimbang berburu dan menumpuk stok di rumah.
Pesan serupa disampaikan Dwi. Ia berharap warga tidak panik. Ketersediaan gas elpiji akan terus diupayakan.
Intinya, kelangkaan ini diharapkan cuma sementara. Asal semua pihak sabar dan tidak bertindak gegabah, perlahan-lahan keadaan akan kembali seperti biasa. Pemerintah dan distributor pun terus berupaya memulihkan pasokan agar tak lagi mengganggu keseharian masyarakat.
Artikel Terkait
Israel dan Lebanon Sepakat Mulai Negosiasi Langsung, Mediasi AS
Dembele Bawa PSG Hancurkan Liverpool di Anfield, Lolos ke Semifinal Liga Champions
AS Fasilitasi Pertemuan Langka Israel-Lebanon, Agenda Masih Berbeda Jauh
PSG Hancurkan Liverpool 2-0, Lolos ke Semifinal Liga Champions dengan Agregat 4-0