"Tadi disebutkan bahwa keuangan negara. Bisa APBN, bisa yang lainnya. Tapi secara umum siap untuk keuangan negaranya," ujarnya.
Di sisi lain, Irfan juga menyebut bahwa pembayaran tambahan ini tidak perlu dilakukan jemaah dalam waktu dekat. Pihaknya masih dalam proses negosiasi dengan maskapai seperti Garuda Indonesia dan otoritas Arab Saudi. Tujuannya, untuk memastikan angka kenaikan biaya penerbangan yang riil dan tepat.
"Tidak mesti dibayar sekarang. Kita masih bernegosiasi dengan Garuda maupun Saudi tentang angka riil yang harus kita sesuaikan," pungkasnya.
Jadi, bagi calon jemaah, pesannya jelas: fokus saja pada persiapan spiritual. Soal biaya tambahan dan teknis penerbangan, pemerintah yang akan mengurusnya.
Artikel Terkait
Wali Kota Palangka Raya Tegaskan Tidak Ada PHK untuk PPPK Meski Ada Efisiensi Anggaran
BNPP Gelar Pelatihan Tenun Ikat untuk Dongkrak Ekonomi Warga Perbatasan Belu
Nadiem Makarim Akui Kesalahan dan Mohon Maaf atas Gaya Kerja Saat Jadi Menteri
Menteri PUPR Tinjau Proyek Hunian Warisan Bangsa di Purwakarta, Dijadikan Prototipe Nasional