Minggu kemarin, pasar pangan kita bergerak. Bukan naik, tapi justru turun. Itulah gambaran singkat dari pantauan Badan Pangan Nasional (Bapanas) pada 11 Januari 2026. Mayoritas komoditas utama tercatat mengalami penurunan harga, sebuah tren yang tentu disambut baik oleh banyak rumah tangga.
Beras, sebagai komoditas paling krusial, menunjukkan tren positif. Beras premium misalnya, turun 3,55 persen ke level Rp14.986 per kilogram. Jenis medium dan SPHP juga ikut merosot, masing-masing ke Rp13.282 dan Rp12.196 per kg. Bahkan beras khusus lokal turun cukup signifikan, 7,79 persen, menjadi Rp14.650 per kg.
Penurunan ternyata tak cuma terjadi pada beras. Jagung dan kedelai impor pun ikut anjlok. Tapi yang paling menarik perhatian adalah gerak harga cabai. Cabai merah keriting dan cabai merah besar anjlok luar biasa, turun lebih dari 30 persen! Cabai rawit merah juga tak ketinggalan, harganya melorot 25,47 persen menjadi Rp40.955 per kg. Bisa dibilang, panasnya harga cabai akhirnya mereda juga.
Di sisi lain, lauk-pauk ikut menunjukkan penurunan. Harga daging sapi murni menyentuh Rp129.000 per kg setelah turun 5 persenan. Daging ayam ras dan telur ayam ras juga lebih murah, masing-masing menjadi Rp37.579 dan Rp28.868 per kg. Gula konsumsi pun ikut merangkak turun.
Namun begitu, tidak semua komoditas bernasib sama. Ada satu dua yang justre merangkak naik. Minyak goreng curah, contohnya, naik 2,78 persen menjadi Rp17.134 per liter. Ikan tongkol juga mengalami kenaikan cukup tajam, 11,27 persen, sehingga harganya menjadi Rp32.773 per kg. Ini jadi pengecualian di tengah lautan penurunan.
Untuk bahan pokok lainnya, kondisinya cukup beragam. Minyak goreng kemasan dan Minyakita turun, sementara tepung terigu baik curah maupun kemasan turun hampir 10 persen. Ikan kembung dan bandeng harganya turun, sedangkan garam konsumsi turun 10,57 persen menjadi Rp10.323 per kg.
Secara keseluruhan, Minggu itu membawa angin segar bagi konsumen. Tren penurunan yang luas ini, meski dengan sedikit pengecualian, setidaknya bisa sedikit meringankan beban belanja. Kita lihat saja apakah tren ini akan bertahan di hari-hari berikutnya.
Artikel Terkait
Arus Balik Libur Iduladha: 199 Ribu Kendaraan Masuk Jabotabek pada H+4, Naik 13,4 Persen
Presiden Prabowo Terima Wakil PM Qatar di Istana Merdeka, Perkuat Kerja Sama Strategis
KPK Tunda Pelimpahan Berkas Korupsi Kuota Haji hingga Ibadah Haji Selesai
Rupiah Menguat 76 Poin ke Rp17.805 di Tengah Ketegangan Selat Hormuz dan Aturan Baru Devisa Ekspor