Di kantornya yang ramai di Jakarta, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memimpin rapat penting. Selasa lalu, ia yang juga menjabat Kepala BNPP itu duduk bersama Sekretaris BNPP Makhruzi Rahman beserta jajarannya. Agenda utamanya? Membahas persiapan program perumahan di daerah perbatasan, sebuah isu yang selalu mendesak.
Dalam arahannya, Tito menekankan satu hal. Ia meminta timnya serius menangkap peluang dari program renovasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang diusung Kementerian PUPR. Program itu sendiri menyasar wilayah perbatasan dengan target cukup ambisius: memperbaiki 15.000 unit rumah.
"Ini [Menteri PKP] Pak Ara, sudah menyampaikan 15.000, tadinya 10.000, ini [dinaikkan menjadi] 15.000," ujar Tito.
"Kemudian, tugas daripada BNPP, ini saya minta, tangkap betul program ini. Ini betul-betul kerjakan dengan hati," tegasnya dalam keterangan tertulis yang diterima media.
Namun begitu, pekerjaan rumahnya tidak sederhana. Tito lantas memberi tugas konkret. BNPP harus segera memetakan daerah perbatasan mana saja yang paling layak jadi lokasi program. Mereka juga perlu menentukan berapa unit yang akan dibangun di tiap wilayah, sebuah pekerjaan yang butuh ketelitian ekstra.
Artikel Terkait
Imigrasi Meulaboh Amankan Warga Malaysia Overstay 237 Hari
Wali Kota Palangka Raya Tegaskan Tidak Ada PHK untuk PPPK Meski Ada Efisiensi Anggaran
BNPP Gelar Pelatihan Tenun Ikat untuk Dongkrak Ekonomi Warga Perbatasan Belu
Nadiem Makarim Akui Kesalahan dan Mohon Maaf atas Gaya Kerja Saat Jadi Menteri