Untuk data penerima manfaat, Tito punya saran. Ia mengimbau BNPP berkoordinasi langsung dengan Badan Pusat Statistik (BPS). Menurutnya, BPS sudah punya data sosial-ekonomi yang komprehensif, termasuk soal rumah tangga yang tinggal di kondisi memprihatinkan.
"Karena [BPS] sudah melakukan survei, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)," tuturnya singkat.
Koordinasi itu diharapkan bisa memastikan bantuan tepat sasaran, tidak melenceng ke yang tidak berhak.
Di sisi lain, Tito melihat program ini bukan cuma soal atap dan dinding. Ia meyakini renovasi RTLH punya dampak yang lebih dalam. Selain meningkatkan kesejahteraan, program ini bisa memperkuat rasa nasionalisme warga perbatasan. Baginya, mereka adalah garda terdepan kedaulatan negara.
"Nasionalisme, mereka akan timbul. Itu [akan menjadi] buffer zone untuk pertahanan," pungkas mantan Kapolri itu, menutup pembicaraan.
Artikel Terkait
Imigrasi Meulaboh Amankan Warga Malaysia Overstay 237 Hari
Wali Kota Palangka Raya Tegaskan Tidak Ada PHK untuk PPPK Meski Ada Efisiensi Anggaran
BNPP Gelar Pelatihan Tenun Ikat untuk Dongkrak Ekonomi Warga Perbatasan Belu
Nadiem Makarim Akui Kesalahan dan Mohon Maaf atas Gaya Kerja Saat Jadi Menteri