“Kerja sama dengan TVRI melalui penandatanganan MoU ini diharapkan membangun sinergi lebih luas dengan berbagai lembaga, sehingga TVRI dapat mengambil peran signifikan dalam mengedukasi masyarakat,” tambahnya.
Najib menegaskan, edukasi politik harus berjalan terus, tidak cuma muncul saat musim pemilu. Di sinilah peran TVRI Yogyakarta dinilai sangat strategis. Sebagai lembaga penyiaran publik, jangkauannya luas dan diharapkan bisa menghadirkan konten informatif yang mudah dicerna.
Harapannya jelas. Melalui kerja sama ini, publik tak cuma paham hak dan kewajiban demokrasi di atas kertas. Tapi juga terdorong untuk ikut mengawasi jalannya pemilu dengan lebih aktif.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan bisa melahirkan beragam program yang mendorong keterlibatan masyarakat secara lebih kritis. Jika itu terwujud, kualitas demokrasi di Yogyakarta bukan cuma terjaga, tapi bisa jadi contoh untuk daerah lain.
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Israel dan Lebanon Sepakat Mulai Negosiasi Langsung, Mediasi AS
Dembele Bawa PSG Hancurkan Liverpool di Anfield, Lolos ke Semifinal Liga Champions
AS Fasilitasi Pertemuan Langka Israel-Lebanon, Agenda Masih Berbeda Jauh
PSG Hancurkan Liverpool 2-0, Lolos ke Semifinal Liga Champions dengan Agregat 4-0