Warga Bogor Ditemukan Tewas di Tepian Sungai Cisadane Diduga Akibat Depresi

- Selasa, 14 April 2026 | 12:30 WIB
Warga Bogor Ditemukan Tewas di Tepian Sungai Cisadane Diduga Akibat Depresi

Suara rintihan kesakitan itu terdengar dari balik semak, di tepian Sungai Cisadane yang mulai redup oleh senja. Itulah yang menarik perhatian AS, seorang warga yang saat itu hendak memancing, pada Senin (13/4) sore. Alih-alih mendapatkan ikan, ia justru menemukan seorang pria tergeletak tengkurap, kondisi mengenaskan.

Pria itu adalah SU, warga Sindang Barang, Kota Bogor. Sayangnya, ketika bantuan dari ketua RW akhirnya tiba, nyawanya sudah tak tertolong.

“Benar, korban meninggal atas nama SU, asal Sindang Barang, Kota Bogor,”

kata Kanit Reskrim Polsek Bogor Barat, Ipda Imam Bachtiar, pada Selasa (14/4/2026).

Menurut penuturan Imam, kronologi kejadiannya berawal sekitar pukul 16.45 WIB. Saksi AS mendengar rintihan saat melintas di area hutan dekat sungai. Setelah menemukan korban, AS segera memberitahu warga lain. Dua orang warga, Okim dan Pepen, sempat mendatangi lokasi. Namun, mereka memilih meninggalkan SU sejenak untuk mencari bantuan ke pengurus RW setempat.

Keputusan itu ternyata berakhir tragis.

“Ketika (saksi Okim dan ketua RW) kembali ke lokasi, orang kesakitan tersebut sudah meninggal dunia,”

Imam menambahkan.

Nahas, upaya evakuasi yang tertunda rupanya tak mampu menyelamatkannya. Sementara AS, setelah melaporkan temuan itu, justru melanjutkan niat awalnya: memancing di Sungai Cisadane.

Di sisi lain, dari keterangan keluarga, tersirat sebuah latar belakang yang muram. Polisi menyebut SU sudah lama bergulat dengan depresi. Perilakunya sering kali tak terduga, kerap pergi sendiri tanpa pamit.

“Kalau menurut keterangan mantan istrinya bahwa korban itu depresi dan suka pergi sendiri,”

ujar Imam Bachtiar.

Soal apa yang sebenarnya terjadi sebelum SU ditemukan merintih di semak-semak, itu masih menjadi misteri. Penyebab kematiannya pun belum bisa dipastikan. Polisi masih menyelidiki, mengumpulkan titik-titik cerita yang tercecer untuk menyusun puzzle ini. Sementara itu, warga sekitar masih dibayangi kejadian mengenaskan di tepian sungai yang biasanya ramai oleh pemancing itu.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar