Nürburgring. Dominasi Max Verstappen di Formula 1 sudah tak terbantahkan lagi. Tapi, kemenangan demi kemenangan itu rupanya tak serta-merta memberinya kepuasan penuh. Justru di luar arena F1-lah, sang juara dunia menemukan kembali api kompetisi yang selama ini ia rindukan.
Di sirkuit legendaris Nürburgring Nordschleife yang dijuluki "Green Hell", Verstappen turun dalam balap ketahanan NLS. Mengendarai Mercedes-AMG GT3, ia langsung terlibat duel panas dengan pembalap kawakan Christopher Haase. Adu kecepatan berlangsung sengit, terutama di lintasan lurus Döttinger Höhe yang terkenal itu.
Mereka saling salip berkali-kali. Selisihnya tipis sekali. Akhirnya, Verstappen berhasil memenangkan duel itu setelah cerdik memanfaatkan slipstream di detik-detik terakhir, tepat sebelum tikungan penutup.
“Ini baru namanya balapan,” ujarnya penuh semangat usai turun dari mobil.
“Perasaan saya setelah ini senang, bukan frustrasi. Benar-benar berbeda.”
Ungkapan itu kontras banget dengan keluhannya selama di Formula 1. Beberapa balapan terakhir, sebut saja GP China dan Jepang, diakuinya kurang memberi kepuasan. Menurut Verstappen, regulasi dan teknologi yang kian rumit seperti sistem energi justru mengikis sensasi balap yang murni.
Namun begitu, semangatnya kini menyala untuk ajang Nürburgring 24 Hours yang digelar pertengahan Mei nanti. Meski baru sebentar menjajal langsung sirkuit yang terkenal ganas itu, adaptasinya luar biasa cepat. Ini tak lepas dari jam terbang tinggi di simulator yang ia lakoni intensif.
Untuk lomba ketahanan itu, ia akan bergabung dengan tim Winward Racing. Dua pembalap berpengalaman, Jules Gounon dan Lucas Auer, akan mendampinginya.
Performa perdananya langsung bikin orang melongo. Dalam sesi pemanasan, catatan waktunya jauh lebih cepat ketimbang rekan-rekan setimnya. Sinyal kuat bahwa bakatnya tak cuma mentok di F1.
Helmut Marko, penasihat Red Bull, melihat aktivitas sampingan ini justru membawa angin segar.
“Dia tampak lebih fresh, lebih menikmati balapan. Dan itu berdampak positif pada performanya secara keseluruhan,” kata Marko.
Bagi Verstappen, Nürburgring lebih dari sekadar sirkuit ekstrem. Di tempat inilah ia menemukan kembali jantung dari olahraga balap: kompetisi langsung, minim intervensi, dan penuh adrenalin. Sebuah rasa yang mungkin mulai memudar di tempat lain.
“Saya cuma pingin balapan yang murni dan kompetitif,” tuturnya. “Di sini, saya akhirnya merasakannya lagi.”
Ditulis oleh: Feriansyah Farrelda Satria
Editor: Redaksi TVRINews
Artikel Terkait
Timnas Indonesia U-17 Tumbang dari Malaysia, Jalan ke Semifinal AFF Terancam
Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata 10 Hari, Hezbollah Siap Hormati dengan Syarat
KSAD Laporkan Penyelesaian 300 Jembatan dan Renovasi Sekolah ke Presiden Prabowo
Jaksel Gelar Operasi Kurangi Populasi Ikan Sapu-sapu di Situ Babakan