Jelas Rassya.
Cleantha, sang istri, pun turun tangan. Ia berusaha membantu mencari penjahit pengganti di Jakarta untuk ibu mertuanya. Semua tampak berjalan, sampai terjadi miss komunikasi yang cukup fatal sehari sebelum acara. Sebagian tim panitia ternyata belum mendapat update terbaru soal penjahit ini.
Akibatnya, saat briefing, mereka mengira Tamara sudah menyiapkan semuanya sendiri. Padahal, Tamara yang masih di Bali hanya meminta ukurannya dikirim dan fitting dilakukan H-1, begitu ia tiba di Jakarta yang baru terjadi pada Jumat malam sebelum akad. Singkatnya, ini adalah salah paham yang timbul dari koordinasi yang kurang rapi, bukan karena niat tak menghormati.
Dari penjelasan panjang itu, Rassya berharap semuanya menjadi jelas. Ia ingin fokus kembali pada kebahagiaan pernikahannya, tanpa diganggu rumor yang tak berdasar. Bagaimanapun, keluarga tetap yang utama.
Artikel Terkait
Kepala IAEA Peringatkan Peningkatan Serius Kapabilitas Nuklir Korea Utara
Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air Usai Kunjungan Kerja ke Rusia dan Prancis
Taman Fatahillah Ditutup Sementara untuk Ibadah Paskah, Museum Tetap Buka
Iran Tuntut Kompensasi US$270 Miliar dari AS, Israel, dan Lima Negara Tetangga