Sebelum membaca lebih jauh, penting untuk diingat: tulisan ini sama sekali bukan untuk mendorong tindakan serupa. Kalau kamu atau orang terdekat merasa tertekan dan muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, jangan ragu untuk minta bantuan. Segera hubungi psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
Suasana malam di perlintasan kereta Jalan RE Martadinata, Bogor Tengah, tiba-tiba berubah ricuh. Seorang pria, yang hingga kini belum diketahui namanya, ditemukan tewas setelah tertabrak kereta rel listrik Bogor-Jakarta. Polisi menduga kuat ini adalah aksi bunuh diri.
Kanit Reskrim Polsek Bogor Tengah, Ipda Budi Setiawan, mengonfirmasi kejadian itu pada Selasa (14/4/2026).
"Telah terjadi peristiwa seorang laki-laki yang tertabrak kereta di jalur perlintasan KAI Martadinata Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah,"
Menurut Budi, tubuh pria malang itu pertama kali dilihat warga. Sekitar pukul setengah sembilan malam, ia tergeletak tak bernyawa di tengah rel. Keadaan saat itu gelap, sunyi, sebelum kemudian ramai oleh suara teriakan.
Seorang saksi mata bercerita, ia mendengar jeritan warga yang berusaha memperingatkan. Suara "kereta, berhenti!" terdengar memecah kesunyian. Sayangnya, semuanya sudah terlambat.
"Saksi sedang berada di dalam rumah dan mendengar warga berteriak 'kereta, berhenti'. Kemudian saksi langsung mendatangi TKP dengan membawa senter sambil mengecek situasi dan diketahui bahwa terdapat korban yang sudah tergeletak di jalur rel,"
Tim kepolisian pun bergerak cepat. Mereka mengevakuasi jasad dari rel, melakukan olah TKP, dan membawanya ke RSUD Kota Bogor untuk identifikasi. Hingga berita ini diturunkan, siapa pria itu masih menjadi misteri. Tidak ada dokumen atau petunjuk yang tersisa.
Budi menambahkan alasan mengapa polisi menduga ini adalah upaya bunuh diri.
"Sampai saat ini identitas korban belum diketahui. Diduga korban meninggal karena bunuh diri, mengingat di TKP bukan tempat penyeberangan bagi pejalan kaki,"
Memang, lokasi kejadian bukanlah area yang biasa dilintasi orang untuk menyeberang. Situasinya sepi dan gelap. Semua detail itu menguatkan kecurigaan polisi. Sebuah akhir yang menyedihkan di tengah deru kereta yang melintas biasa.
Artikel Terkait
Nenek 72 Tahun di Subang Tewas Terikat, Diduga Korban Perampokan
Komisaris Utama PT PAL Bengawan Kamto Ditahan Usai Putusan Hakim
Puluhan Rumah Rusak Parah Diterjang Puting Beliung di Bangka Barat
Dubes Saudi Tegaskan Keamanan dan Kelancaran Haji 2026 di Tengah Situasi Timur Tengah