Susi Darmanita, salah satu petugas di sana, mencoba menjelaskan kejadiannya.
"Kita kira area-nya sudah kosong. Jadi ya dikunci bagian atasnya, lalu kami pergi salat," ujarnya.
"Tapi habis salat, ada cleaning service yang bilang ada orang teriak dari dalam. Setelah dicek, ternyata benar ada pengunjung yang masih di dalam."
Dia mengakui, biasanya prosedur pengecekan sebelum mengunci selalu dilakukan. Tapi rupanya, kali ini ada yang terlewat. Insiden seperti ini, kata Susi, baru pertama kali terjadi.
Suasana panik pun akhirnya berubah jadi tawa. Meski begitu, permintaan maaf dari pengelola tetap disampaikan kepada kedua wisatawan. Di sisi lain, kejadian viral ini menyisakan perhatian. Banyak yang berharap prosedur keamanan, terutama pengecekan akhir, bisa lebih ketat lagi. Tujuannya jelas, agar kejadian serupa tidak terulang dan kenyamanan pengunjung tetap terjaga.
Artikel Terkait
KPK Periksa Lima Pimpinan Biro Travel Terkait Kasus Kuota Haji
Kemenhajumrah Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,77 Triliun untuk Biaya Avtur Haji 2026
Kemenhaj Hentikan Sementara Pembahasan Wacana War Tiket Haji
Polda Jambi Selidiki Peretasan Bank Jambi, Kerugian Diduga Capai Rp143 Miliar