Tragedi di Warakas: Tiga Anggota Keluarga Tewas, Satu Selamat
Suasana mencekam menyelimuti sebuah rumah kontrakan di Jalan Warakas III, Tanjung Priok. Di dalamnya, tiga anggota satu keluarga ditemukan tak bernyawa. Satu korban lagi berhasil diselamatkan dan kini masih berjuang di rumah sakit. Peristiwa nahas ini mengguncang warga sekitar, Jumat (2/1) lalu.
Polisi sudah bergerak cepat. Garis polisi terpasang melintang di depan pintu rumah sederhana itu, yang diapit dua rumah kontrakan lain. Di bagian depan, terlihat sebuah kulkas. Tim dari Puslabfor Polri pun turun tangan, melakukan olah TKP secara menyeluruh untuk mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
Menurut Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara, Iptu Maryati Jonggi, penyelidikan kini ditangani Sat Reskrim. "Sudah dilakukan olah TKP dan dalam penyelidikan," ujarnya. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan informasi lebih lanjut setelah proses penyelidikan rampung.
"Masih dalam penyelidikan," tegas Maryati.
"Nanti setelah hasil penyelidikan kami infokan kembali."
Dugaan Awal dan Kondisi Korban
Meski penyebab pasti masih diteliti, polisi tidak menampik adanya indikasi keracunan. Dugaan ini muncul melihat kondisi ketiga korban saat ditemukan. Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Onkoseno Gradiarso Sukahar, memaparkan fakta yang cukup mengerikan.
"Mereka bertiga ditemukan di dalam sebuah rumah kontrakan dalam kondisi meninggal, dan hasil penanganan awal kami di TKP kondisi mulut berbusa dan ada ruam merah," jelas Onkoseno.
Korban tewas adalah seorang ibu berinisial S (50 tahun) beserta dua anaknya: AA (27 tahun) dan AA (13 tahun). Mereka ditemukan oleh anak kedua keluarga itu yang baru pulang kerja sekitar pukul delapan pagi.
Di sisi lain, korban yang selamat, Abdullah Syauqi Jamaludin (23), disebutkan dalam kondisi yang cukup stabil. "Kondisinya cukup stabil," kata Iptu Seno Adji Pradana dari Kanit Resmob.
Barang Bukti dan Pemeriksaan Saksi
Untuk menguak misteri ini, polisi mengamankan sejumlah barang dari TKP. Barang-barang itu antara lain botol minuman dan bungkus bekas makanan. "Air mineral, air mineral yang dikemas dalam kemasan botol," sebut Seno Adji Pradana saat merinci barang bukti.
Penyelidikan juga melibatkan pemeriksaan terhadap enam orang saksi. Mereka adalah tetangga dan orang-orang yang berada di rumah saat kejadian. Dua di antaranya bahkan tinggal satu atap dengan para korban.
"Dan satunya baru saja pulang dari bekerja, dan satunya juga berada di rumah tersebut," papar AKBP Onkoseno.
Kanit Reskrim Polsek Tanjung Priok, AKP Handam Samudro, mengonfirmasi bahwa satu korban selamat masih dirawat intensif. Namun begitu, ia menekankan bahwa semua kesimpulan masih prematur. "Untuk penyebab dan perkembangan lainnya akan disampaikan setelah hasil penyelidikan dan identifikasi lengkap," tuturnya.
Kini, masyarakat dan keluarga menanti jawaban. Polisi masih bekerja, mengumpulkan petunjuk demi petunjuk, untuk menemukan titik terang di balik tragedi pilu satu keluarga di Warakas ini.
Artikel Terkait
Kemenag Sulsel dan BMKG Pantau Hilal Ramadan dari Tiga Titik
WIZ Bone Siapkan 1.000 Paket Sembako untuk Pekerja Harian Jelang Ramadan
Pemantauan Hilal Awal Ramadhan 1447 H di Sulsel Digelar Besok di Menara Unismuh
Pengamat Apresiasi Penetapan Tersangka Narkoba Mantan Kapolres Bima Kota