Gunungan Sampah di Kolong Flyover Ciputat, Warga Tutup Hidung dan Menunggu Solusi

- Minggu, 14 Desember 2025 | 07:10 WIB
Gunungan Sampah di Kolong Flyover Ciputat, Warga Tutup Hidung dan Menunggu Solusi

Bau menyengat langsung menyergap begitu melintas di kolong flyover Ciputat, Tangerang Selatan. Tumpukan sampah yang menggunung di trotoar itu bukan pemandangan sehari-hari. Tingginya nyaris menyamai pagar pembatas pedestrian, berisi campuran aneka rupa: sisa rumah tangga, potongan kayu, bahkan kasur bekas.

Kondisi serupa ternyata berlanjut. Menyusuri jalan dari Ciputat ke arah Pamulang, sampah dalam kantong-kantong plastik terlihat berserakan di sepanjang trotoar. Seolah, kawasan itu berubah jadi tempat pembuangan liar yang memanjang.

Warga sekitar jelas tak nyaman. Beberapa terpaksa mengenakan masker untuk menahan bau. Sesekali, terlihat juga teguran dari penduduk lokal pada orang yang nekat menambah 'gunungan' itu dengan sampah baru.

Seorang warga, Sarman, mengaku sudah empat hari menunggu sampah itu diangkut.

"Kalau di sini sih 3-4 hari belakangan ini nggak ada yang ngangkut," ujarnya.

Menurutnya, ini kondisi yang tidak biasa. Biasanya, petugas dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) rutin datang. Tapi kali lain cerita.

"Biasanya ada dari DLH itu ngangkatin. Ini sudah 3 hari nggak ada. Katanya nggak ada armadanya buat ngangkat," ungkap Sarman, menjelaskan keluhannya.

Kesal warga makin menjadi. Di sisi lain, beredar kabar yang mencoba menerangkan penyebab kekacauan ini. Eko, warga lain yang juga terdampak, menyebutkan dua hal.

"Katanya yang saya dengar, tapi nggak tahu juga benar apa nggak, pertama TPS di Pasar Ciputat ditutup. Terus kedua, TPA-nya di Serpong bermasalah. Kan ramai juga di media," jelas Eko.

Jadi, begitulah faktanya di lapangan. Tumpukan sampah yang mengganggu pemandangan dan hidung, plus keluhan warga yang sudah menumpuk hampir seminggu. Masalah klasik yang kembali muncul, dan solusinya masih tampak mengambang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar