JAKARTA – Industri rumahan obat terlarang jenis Zenith di Mijen, Semarang, akhirnya terbongkar. Yang mengejutkan, operasi ilegal ini diduga melibatkan oknum anggota polisi sendiri. Peran sang oknum saat ini masih diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwajib.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, membenarkan hal itu saat dikonfirmasi wartawan, Selasa lalu.
"Benar, ada dugaan keterlibatan oknum Polri. Kami masih mendalami peran sertanya. Mohon waktu ya," ujar Budi.
Operasi pengungkapan ini berawal dari sebuah laporan warga. Masyarakat di Jakarta Barat melaporkan adanya peredaran obat berbahaya. Dari sanalah penyelidikan dimulai, yang akhirnya membawa petugas ke Penjaringan, Jakarta Utara. Di sana, seorang pria berinisial P berhasil diamankan. Dia diduga kuat sebagai kurir, dengan barang bukti fantastis: 120.000 butir Zenith.
Penangkapan P ternyata bukan akhir, melainkan pintu masuk ke jaringan yang lebih besar. Polisi lalu melakukan pengembangan. Hasilnya, mereka meringkus D, yang disebut-sebut sebagai otak yang mengendalikan P. Tak hanya itu, D juga diduga mengoperasikan pabriknya dari luar kota.
Di kediaman D, polisi menemukan sesuatu yang mencengangkan. Sebuah gudang biasa disulap menjadi laboratorium produksi narkotika yang cukup lengkap. Dari tempat itulah, petugas menyita 186.000 butir tablet Zenith yang sudah siap diedarkan. Yang lebih mengerikan lagi, mereka juga menemukan tumpukan bahan baku prekursor seberat 1,83 ton bahan yang siap dicetak menjadi jutaan butir obat terlarang baru.
Budi Hermanto menegaskan arti penting pengungkapan ini. Menurutnya, dengan menggagalkan peredaran lebih dari 4,3 juta butir Zenith, operasi ini telah menyelamatkan nyawa.
"Ini secara langsung telah menyelamatkan sedikitnya 4,3 juta jiwa anak bangsa. Mereka terhindar dari risiko kerusakan saraf permanen, bahkan kematian," pungkasnya.
Artikel Terkait
CFD Kuningan Dimeriahkan Atraksi Ondel-Ondel dan Permainan Tradisional Betawi
DKPP Pecat Ketua Bawaslu Tambrauw Terbukti Masih Berstatus ASN dan Terima Gaji Ganda
Erick Thohir Apresiasi Keberanian John Herdman Beri Debut Pemain Termuda Timnas Indonesia
Dokter Gia Pratama: Air Putih Murni Kunci Optimalisasi Kerja Ginjal