Anggota DPRD DKI: Penangkapan Pemalak Bajaj di Tanah Abang Belum Cukup, Perlu Sistem Pengawasan Berkelanjutan

- Selasa, 14 April 2026 | 06:20 WIB
Anggota DPRD DKI: Penangkapan Pemalak Bajaj di Tanah Abang Belum Cukup, Perlu Sistem Pengawasan Berkelanjutan

jelasnya.

Koordinasi antar lembaga juga dinilainya krusial. Dia menyebut peran Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) harus dioptimalkan untuk deteksi dini.

"Selain itu, kita kan punya FKDM, peran FKDM juga harus dioptimalkan untuk mendeteksi potensi gangguan ketertiban sejak dini. Koordinasi dengan Forkopimda, khususnya Polda Metro Jaya, perlu diperkuat dari level kelurahan sampai provinsi agar pencegahan bisa lebih cepat dan efektif,"

lanjut Mujiyono.

Perlu Penataan Ulang Parkir

Di sisi lain, persoalan parkir di Tanah Abang juga perlu mendapat perhatian khusus. Penataan dan penertiban yang baik bisa mengurangi celah bagi aksi premanisme. Dia menyinggung citra Jakarta sebagai kota global yang harus dijaga.

"Penataan parkir dan titik naik-turun penumpang juga sudah saatnya dibenahi lebih tertib dan transparan. Sistem parkir resmi, pengawasan CCTV, dan kanal pengaduan cepat harus benar-benar berjalan supaya tidak ada ruang bagi pungli maupun premanisme. Komisi A DPRD DKI akan mendorong evaluasi lintas instansi agar ada langkah pencegahan yang jelas dan berkelanjutan,"

ujarnya.

"Jakarta tidak boleh kalah oleh preman jalanan kalau kita sungguh ingin menjadikan Jakarta sebagai kota global. Ruang publik harus aman, tertib, dan warga yang mencari nafkah harus merasa dilindungi,"

imbuhnya menutup pernyataan.

Editor: Lia Putri


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar