PGE dan PLN Sepakati Tarif, Proyek PLTP Lahendong 15 MW Menuju Tahap Konstruksi

- Selasa, 14 April 2026 | 11:50 WIB
PGE dan PLN Sepakati Tarif, Proyek PLTP Lahendong 15 MW Menuju Tahap Konstruksi

Setelah berhasil menyepakati tarif listrik dengan PT PLN, PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) kini bersiap melangkah lebih jauh. Proyek PLTP Lahendong Bottoming Unit berkapasitas 15 MW itu akan memasuki fase pengembangan berikutnya. Targetnya, pembangkit ini bisa beroperasi secara komersial pada 2028.

Kesepakatan harga listrik itu sendiri baru saja ditandatangani akhir Desember lalu di Bandung, melibatkan konsorsium PGE dan PLN Indonesia Power. Bagi mereka, momen ini sangat krusial. Pasalnya, ini adalah pintu gerbang sebelum proyek yang menggunakan skema Independent Power Producer (IPP) benar-benar digarap.

Lalu, apa saja tahapannya? Rencananya, akan dibentuk joint venture terlebih dahulu. Setelah itu, baru proses EPCC mulai dari rekayasa teknik, pengadaan, konstruksi, sampai uji coba dijalankan. Semua itu harus tuntas sebelum Power Purchase Agreement (PPA) disusun dan ditandatangani.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menyebut pencapaian ini sebagai bagian dari komitmen perusahaan mendorong transisi energi bersih di Indonesia.

"Kami menyambut baik perkembangan proyek ini yang terus berjalan sesuai rencana," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (14/4/2026).

Editor: Handoko Prasetyo


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar